Dolar Memulai Kuartal Keempat Dengan Catatan Buruk

Dolar memulai kuartal keempat dengan catatan buruk, jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu kemarin atas mata uang utama dunia lainnya, di tengah harapan stimulus fiskal AS. mendorong investor melirik mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi, namun lebih berisiko. Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin masih jauh dari kesepakatan tentang bantuan COVID-19 di beberapa bidang utama pada hari Kamis, setelah diskusi telepon gagal menjembatani apa yang digambarkan Pelosi sebagai perbedaan atas dolar dan nilai. Kongres Demokrat telah mengusulkan paket $ 2,2 triliun untuk menanggapi pandemi, sementara Partai Republik menyarankan tanggapan $ 1,6 triliun. Indeks dollar melemah 0,1% menjadi 93,722, setelah sempat menyentuh 93,522, terendah sejak 22 September.

Poundsterling turun 0,28% kemarin karena trader mempertimbangkan berita utama yang berbeda yang menunjukkan sedikit kemajuan di Inggris dan UE yang memecahkan kebuntuan dalam pembicaraan Brexit. Inggris dan UE melanjutkan pembicaraan di Brussel, tetapi laporan kemajuan yang berbeda menunjukkan kedua belah pihak tetap mempunyai perbedaan dalam mencapai konsensus.

Harga emas spot naik 1% dan kembali menembus ke atas level US$ 1.900, didukung oleh pelemahan dolar AS, serta harapan adanya stimulus baru AS. investor saat ini tengah menanti pembicaraan lanjutan antara Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk mencapai kesepakatan tentang stimulus baru Covid-19 yang telah lama ditunggu-tunggu.

Harga minyak turun sekitar 4% pada Kamis karena meningkatnya kasus virus korona di seluruh dunia mengurangi prospek permintaan. Tingkat infeksi virus corona terus meningkat, bahkan jumlah kematian global telah melampaui angka 1 juta. Titik panas COVID-19 terburuk di Eropa, Madrid, akan diisolasi dalam beberapa hari mendatang dan walikota Moskow memerintahkan pemberi kerja untuk mengirim setidaknya 30% staf mereka pulang, karena beberapa negara Eropa melaporkan catatan infeksi baru. Analis memperkirakan permintaan global turun 9,03 juta barel per hari (bph) pada 2020 dan pulih sebesar 5,57 juta bph pada 2021. Harga minyak juga tertekan oleh kenaikan output OPEC, di mana produksi di bulan September naik 160.000 bph dari Agustus, menurut survei Reuters. Peningkatan tersebut sebagian besar didukung oleh kenaikan pasokan dari Libya dan Iran. Produksi minyak Libya telah meningkat menjadi 270.000 bph menyusul pelonggaran blokade oleh pasukan timur.

Tiga indedks utama Wall Street melanjutkan penguatannya, meski dibayangi oleh ketiakpastian mengenai stimulus fiskal AS tambahan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Reli Wall Street juga mulai tersendat karena memudarnya momentum pemulihan ekonomi dari resesi akibat pandemi. Indeks Dow Jones naik 0,13%, indeks S&P 500 naik 0,53% dan indeks Nasdaq melonjak 1,42%.

Fokus Hari Ini: Data Ketenagakerjaan & Sentimen Konsumen AS
Data yang paling ditunggu oleh pasar akan dirilis hari ini. Data tersebut adalah data ketenagakerjaan AS, yang didalamnya meliputi non-farm payroll, yang diperkirakan tumbuh 900 ribu di bulan Agustus. Angka tersebut lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya, yang sebesar 1.371 ribu. Selain data ketenagakerjaan AS, ada juga sentimen konsumen AS di September, yang diperkirakan di angka 78,9.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*