Dolar Mencoba Pulih Setelah Jatuh ke Level Terendah 2 Minggu

Loonie Menguat Setelah Kekhawatiran Taper Mereda, Surplus Current Account Kanada

Dolar Kanada naik ke level tertinggi dua minggu atas greenback pada Senin setelah meredanya kekhawatiran tapering The Fed, serta data yang menunjukkan surplus perdagangan Kanada di kuartal kedua. Current account Kanada mengalami surplus C$3,6 Miliar, melebihi ekspektasi analis untuk surplus C$1,5 miliar. Loonie menguat 0,2% menjadi 1,2603, setelah menyentuh level intraday terkuat sejak 17 Agustus di 1,2573.

Dolar Mencoba Pulih Setelah Jatuh ke Level Terendah 2 Minggu

Dolar AS stabil setelah jatuh ke posisi terendah dua minggu pada hari Senin, dengan greenback berusaha pulih dari penurunan Jumat di tengah komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang ditafsirkan sebagai dovish. Dolar AS mengalami persentase penurunan harian terbesar bulan ini pada hari Jumat setelah Powell mengatakan tapering dapat dimulai tahun ini, namun The Fed tidak terburu-buru  untuk menaikkan suku bunga. Indeks dolar mencapai level terendah dua minggu di 92,595 dan terakhir naik tipis 0,008% pada 92,677. Fokus pasar kini beralih pada data ketenagakerjaan AS Jumat nanti, yang akan memberikan gambaran mengenai kemungkinan kebijakan Fed. Ekspektasi untuk non-farm payrolls diperkirakan tumbuh 750.000 di Agustus, dengan perkiraan tingkat pengangguran turun menjadi 5,2% dari 5,4%. Fokus lainnya minggu ini adalah data inflasi dari Eropa dan aktifitas manufaktur AS dan China.

Emas Koreksi dari Level Tertinggi 4 Minggu

Harga emas terkoreksi dari level tertinggi empat minggunya pada hari Senin setelah dolar AS rebound dari dari posisi terendah dua minggu dan investor menunjukkan kehati-hatian menjelang rilis laporan tenaga kerja AS. Harga emas spot ditutup melemah 0,4% menjadi US$ 1.810,34 per ons troi. Sebelumnya, emas sempat berada di level tertinggi sejak 4 Agustus setelah pidato Powell di Jackson Hole Jumat lalu.

Minyak Menguat di Tengah Ketidakpastian Beroperasinya Kembali Kilang Pantai Teluk AS

Harga minyak menguat pada hari Senin karena ketidakpastian jadwal restart pada kilang dan pipa di Pantai Teluk AS setelah Badai Ida menerjang wilayah tersebut. Brent naik 0,98% ke US$ 73,41, sementara WTI AS naik 0,68% ke US$ 69,21. Dalam waktu 12 jam setelah mendarat, Badai Ida telah melemah menjadi badai Kategori 1, dan sejak itu turun ke status badai tropis. Sebelum Badai Ida datang, ratusan anjungan produksi minyak dievakuasi dan hampir semua produksi minyak lepas pantai Teluk yang setara dengan 1,74 juta bph, dihentikan. Badai Ida yang membuat produksi minyak turun berakibat pada harga bensin AS yang naik lebih dari 1,5%. Sementara itu, pemadaman listrik menambah penutupan kilang di pantai Teluk dan trader mempertimbangkan kemungkinan gangguan yang berkepanjangan. Namun, penguatan minyak dibatasi oleh rencana OPEC+ yang tampaknya akan melanjutkan peningkatan produksi minyak dalam rapatnya minggu ini.

Nasdaq dan S&P 500 Kembali Cetak Rekor, Didukung Sektor Teknologi

Dua indeks utama Wall Street berhasil mencetak rekor tertinggi pada hari Senin, didukung oleh saham sektor teknologi. Indeks S&P 500 ditutup naik 0,43% ke 4.528,79 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,9% menjadi 15.265,89. Ini adalah rekor penutupan tertinggi keempat dalam lima sesi untuk indeks S&P, dan yang kelima dalam enam sesi bagi Nasdaq. Namun indeks Dow Jones melemah 0,16%, menjadi 35.399,84.

Fokus Hari ini: PMI China, Consumer Confidence AS & PDB Kanada

Setelah China merilis data PMI, fokus pasar berikutnya akan tertuju pada data-data ekonomi di Eropa dan  AS. Di Eropa ada data inflasi zona euro dan data ketenagakerjaan Jerman. Sementara di AS, ada data Chicago PMI, yang diperkirakan tumbuh 68,0 di Agustus. Kemudian data consumer confidence, yang diperkirakan turun di Agustus menjadi 124 dari bulan sebelumnya yang sebesar 129,1. Ada juga data PDB Kanada Q2.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*