Dolar Menguat Setelah Data CPI AS

dollar
Poundsterling Jatuh ke Bawah Level Terendah Jumat

Setelah terpukul oleh keputusan yang mengejutkan dari Bank of England (BoE) yang mempertahankan suku bunganya, sterling kembali jatuh atas dolar AS hari Rabu setelah rilis data CPI AS yang melebihi angka perkiraan. Poundsterling anjlok 1,12% ke level 1.3406 atas dolar AS, setelah melewati level teerendah hari Jumat di $1.3425, ketika BoE memutuskan tetap mempertahankan suku bunga.

Dolar Menguat Setelah Data CPI AS

Dolar AS naik atas mata uang utama pada hari Rabu, menghentikan pelemahan tiga hari, setelah harga konsumen (CPI) AS melonjak pada tingkat tertinggi sejak 1990 dan memicu kekhawatiran bahwa inflasi bisa bertahan lama, daripada ekspektasi Federal Reserve. CPI AS naik 0,9% bulan lalu setelah naik 0,4% di bulan September dan dalam 12 bulan hingga Oktober, indeks harga konsumen naik 6,2%. Analis memperkirakan rata-rata kenaikan terbatas pada 5,8%. Naiknya data inflasi tersebut, sekaligus telah meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. The Fed minggu lalu menyatakan kembali keyakinannya bahwa lonjakan inflasi saat ini bersifat sementara, tetapi banyak investor khawatir bahwa dengan meremehkan kenaikan harga bisa menjadi kesalahan kebijakan yang fatal. Indeks dolar naik 0,96% ke 94,2470 setelah mencapai level 94.876, tertinggi dalam lebih 15 bulan.

Emas Naik di Tengah Naiknya Angka Inflasi AS

Emas menguat pada hari Rabu, naik sebanyak 2% ke level tertinggi lima bulan karena lonjakan harga konsumen AS bulan lalu mendorong daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi. CPI AS naik melebihi ekspektasi karena biaya bensin dan makanan melonjak, yang mengarah ke kenaikan tahunan terbesar sejak 1990. Emas spot naik 0,4% menjadi 1843,31, setelah sempat melonjak ke $1868, 20 tertinggi sejak 15 Juni.

Minyak Anjlok Setelah Pernyataan Biden, Data EIA

Harga minyak jatuh karena terpukul oleh kenaikan dolar setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan pemerintahannya sedang mencari cara untuk mengurangi biaya energi di tengah lonjakan inflasi yang lebih luas. Minyak juga turun setelah data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak mentah AS naik 1 juta barel pekan lalu, jauh dari perkiraan untuk peningkatan 2,1 juta barel, namun masih melawan data API pada hari Selasa yang menunjukkan penurunan mengejutkan dalam cadangan. Harga minyak telah naik dalam beberapa hari terakhir, didukung oleh keputusan OPEC untuk mempertahankan laju lambatnya peningkatan pasokan di pasar. Mendukung pandangan pasar tetap ketat, CEO raksasa perdagangan Vitol Group, Russell Hardy, mengatakan hari Selasa bahwa permintaan minyak telah kembali ke tingkat pra-pandemi dan permintaan pada kuartal pertama 2022 dapat melebihi level 2019.

Wall Street Merosot Karena Kekhawatiran Inflasi

Wall Street melemah tajam pada hari Rabu setelah melonjaknya harga konsumen menahan selera risiko investor. Kenaikan harga konsumen memicu kekhawatiran gelombang inflasi panas yang berkepanjangan. Indeks Dow Jones Industrial turun 0,66% menjadi 36.079,94. S&P 500 melemah 0,82% menjadi 4.646,71 dan Nasdaq Composite anjlok 1,66% menjadi 15.622,71.

Fokus Hari Ini: Data Ketenagakerjaan Australia & PDB Inggris

Australia pagi tadi sudah merilis data ketenagakerjaan, dimana tingkat pengangguran naik menjadi 5,2%, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 4,8%. Di Eropa ada serangkaian data ekonomi dari Inggris, diantaranya PDB untuk kuartal 3, yang diperkirakan tumbuh 1,5%, Data lainnya, manufacturing production, diperkirakan tumbuh 0,2% di September. Sementara pasar AS akan tutup dalam rangka Hari Veteran.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*