Dollar AS Bergerak Naik Mendekati Level Tertinggi Dua Bulan Kemarin

Dollar AS bergerak naik mendekati level tertinggi dua bulan kemarin setelah data menegaskan kembali kekhawatiran bahwa lockdown untuk melawan infeksi virus korona akan mengganggu pemulihan ekonomi. Kecepatan pemulihan dalam aktivitas bisnis AS melambat pada bulan September, di mana pertumbuhan yang solid di sektor manufaktur, diimbangi oleh kemunduran di industri jasa, menunjukkan hilangnya momentum ekonomi saat kuartal ketiga berakhir dan pandemi COVID-19 tetap ada. Survei aktivitas sektor jasa di Eropa pada bulan juga menunjukkan kondisi yang suram dengan meningkatnya infeksi COVID-19 yang menyebabkan penurunan industri jasa. Di pasar uang, mata uang yang paling menonjol adalah dollar AS, menyentuh level tertinggi sejak akhir Juli . Indeks dollar menguat 0,32% menjadi 94,41.

Euro jatuh ke level terendah dua bulan atas dolar setelah data kemarin menunjukkkan bahwa kebangkitan Covid-19 telah merusak pemulihan ekonomi di kawasan tersebut, dengan sektor jasa terkontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. PMI Markit sektor jasar zona euro turun 47,6 di September, dari 50,5 di bulan Agustus. EUR/USD turun 0,26% menjadi $1.1676.

Harga emas kembali turun di tengah penguatan dollar, yang naik ke level tertinggi 2 bulan. Peran safe haven emas memudar karena saat ini investor membutuhkan uang tunai. Dengan penguatan dollar, sentimen emas menjadi terpukul. Harga emas spot turun lebih dari 2% pada kisaran 1863.00. Harga sempat jatuh ke level $1856, terendah dalam dua bulan terakhir.

Harga minyak bergerak mendatar pada perdagangan Rabu, di mana sentimen sempat naik setelah data dari pemerintah AS menunjukkan cadangan minyak dan bensin turun minggu lalu. Namun, kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran penyebaran pandemi Covid-19. Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak AS turun 1,6 juta barel, lebih sedikit dari perkiraan. EIA juga melaporkan turunnya cadangan bensin yang lebih besar dari perkiraan, turun 4 juta barel, sementara cadangan distilasi juga turun secara mengejutkan 3,4 juta barel. Laporan EIA tersebut sempat mengangkat harga minyak ke atas $40 per barel, namun meningkatnya jumlah kasus virus corona telah meredam penguatannya. Jumlah infeksi virus corona telah meningkat di India, Perancis dan Spanyol. Bahkan di Inggris kembali dijalankan lockdown, meningkatkan kekhawatiran mengenai prospek permintaan bahan bakar. Di AS, jumlah kematian akibat virus tersebut saat ini sudah mencapai 200 ribu orang.

Saham-saham di Wall Street kembali dilanda aksi jual pada penutupan perdagangan Rabu setelah data aktivitas bisnis AS menunjukkan perlambatan, ditambah kebuntuan di Kongres tentang stimulus fiskal baru meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi, sementara pandemi virus corona tetap tak terkendali. Indeks Dow Jones turun 1,92%, S&P 500 jatuh 2,37% dan Nasdaq anjlok 3,02%.

Fokus Hari Ini: Powell & Mnuchin
Fokus pasar hari ini akan kembali tertuju pada testimoni ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres untuk memaparkan peran bank sentral dalam penanganan krisis Covid-19, atau lebih dikenal dengan CARES Act. Namun, Powell tidak sendirian, bersama dia juga akan hadir Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. Selain tu, ada SNB meeting, serta pidato gubernur BoE Andrew Bailey.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*