Dollar AS Jatuh ke Level Terendah 2,5 Tahun

Долларовые купюры в Торонто 22 октября 2008 года. Курс доллара снижается, потому что нежелание рисковать заставляет инвесторов покупать иену. REUTERS/Mark Blinch

Dollar Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah 2,5 tahun pada hari Selasa karena minat investor terhadap risiko meningkat di tengah prospek stimulus fiskal lebih lanjut dari AS serta ekspektasi pemulihan global yang solid. Berita tentang RUU COVID yang diusulkan kian membuat dollar jatuh, begitu pula dimulainya kembali pembicaraan antara AS. Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi pada hari Selasa tentang paket stimulus. Tagihan bantuan yang diusulkan sebesar $908 miliar akan mendanai langkah-langkah hingga 31 Maret, termasuk $228 miliar dana perlindungan gaji tambahan untuk hotel, restoran, dan bisnis kecil lainnya. Pelosi mengatakan pada hari Selasa bahwa Mnuchin akan mempelajari proposal Senat bipartisan serta rencana bantuan COVID yang diusulkannya dirinya dan Senator Charles Schumer. Indeks dollar melemah 0,7% menjadi 91,318, terendah sejak April 2018.
Poundsterling Naik ke Level Tertinggi 3 Bulan
Pound Inggris naik ke level tertinggi tiga bulan atas dollar AS setelah Times Radio mengatakan pembicaraan kesepakatan perdagangan Brexit telah memasuki tahap negosiasi “tunnel (terowongan)”. “Terowongan” adalah istilah untuk tahap akhir yang intens dari negosiasi rahasia, apakah mencapai keberhasilan atau gagal. GBPƒUSD menguat 0,7% menjadi 1.3410.
Emas Rebound Berkat Pelemahan Dollar AS
Emas naik lebih dari 2% pada hari Selasa,rebound dari level terendah lima bulan berkat pelemahan dollar, serta ekspektasi stimulus AS, menambah daya tarik bullion sebagai lindung nilai inflasi. Harga emas spot naik 2,1% menjadi $ 1,814,99, sementara emas berjangka naik 2,1% menjadi $ 1,818.90.

Minyak Turun Karena Ditundanya Pertemuan OPEC+
Harga minyak melanjutkan penurunan untuk hari kedua pada hari Selasa di tengah ketidakpastian karena ditundanya pertemuan formal OPEC+ untuk memutuskan apakah akan menaikkan produksi pada Januari. OPEC, Rusia dan sekutu lainnya, atau yang dikenal sebagai OPEC+, menunda pembicaraan tentang kebijakan produksi tahun depan menjadi hari Kamis dari rencananya pada hari Selasa. Rencananya, OPEC+ akan melonggarkan mengurangi pengurangan produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph) dari pengurangan produksi saat ini sebesar 7,7 bph mulai Januari. Namun, diperkirakan OPEC+ akan mempertahankan pemangkasan sekitar 7,7 juta bph hingga bulan-bulan pertama tahun 2021. Kelebihan pasokan akan merusak reli yang membuat harga melonjak sekitar 27% di November, serta permintaan tetap lemah dan infeksi COVID-19 melonjak. Harga minyak juga tertekan oleh data American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan cadangan minyak AS naik 4,1 juta barel, melawan perkiraan penurunan 2,4 juta barel.

Wall Street Kembali Menguat Berkat Solidnya Data China, Harapan Vaksin
Tiga indeks utama Wall Street kembali menguat pada perdagangan Selasa, didukung data industri China yang lebih baik dari perkiraan, serta harapan bahwa vaksin Covid-19 akan diluncurknan sebelum akhir tahun memunculkan ekspektasi pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Indeks Dow Jones menguat 0,63%, S&P 500 naik 1,13%, dan Nasdaq melesat 1,28%.

Fokus Hari ini : Lowe, Powell & ADP AS
Phillip Lowe dari RBA sudah menyampaikan pidatonya tadi pagi, yang kemudian diikuti data PDB Australia, yang tumbuh 2,4% di kuartal 3. Memasuki pasar Eropa, pelaku pasar akan disuguhi data ketenagakerjaan Uni Eropa, di mana tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 8,4% di Oktober dari bulan sebelumnya 8,3%. Dari AS ada data ADP, serta komentar para pejabat the Fed, termasuk sang Ketua Jerome Powell.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*