Dollar AS Jatuh ke Level Terendah 3 Bulan

Indeks dolar jatuh ke level terendah hampir tiga bulan pada hari Jumat setelah data ekonomi yang kuat dari China mendorong investor melirik mata uang berisiko dan pasar ekuitas memperpanjang reli-nya. Sejauh ini, dollar sudah jatuh lebih dari 2% bulan ini setelah Joe Biden memenangkan pemilu di AS dan kemajuan positif vaksin COVID-19, yang telah mengurangi permintaan safe haven. Volume perdagangan minggu kemarin cenderung tipis karena libur Thanksgiving di AS. Meski begitu, para analis melihat bahwa ruang penurunan dollar untuk jangka panjang masih tetap terbuka. Hari Jumat, China merilis data profit industri yang mengalami pertumbuhan 0,7% untuk yƒy di bulan Oktober, dari bulan sebelumnya yang kontraksi 2,4%. Data tersebut kembali menghidupkan minat berisiko berbarengan dengan berita positif mengenai vaksin. Indeks dollar AS turun 0,24% setelah menyentuh $91,759, terendah sejak 1 September.
Loonie Naik ke Level Tertinggi 3 MInggu
Dollar Kanada naik ke level tertinggi hampir tiga minggu terhadap dollar AS pada Jumat, setelah greenback melemah lebih tipis di tengah sepinya perdagangan setelah Liburan Thanksgiving AS. Loonie naik 0,2% menjadi 1,2983, setelah menyentuh level tertinggi intraday sejak November 9 di 1,2972. Dalam sepekan, loonie mencatat kenaikan 0,9%.
Emas Jatuh ke Bawah $1800
Emas merosot 2%, menembus di bawah level support penting $1.800 karena meningkatnya optimisme pemulihan ekonomi yang dipicu oleh vaksin yang cepat dan transisi Gedung Putih, mendorong penguatan bursa AS. Pekan lalu harga jatuh sekitar 4,5%, penurunan mingguan terbesar sejak 25 September.

Minyak Naik Dalam 4 Minggu Berturut-turut
Harga minyak bervariasi pada hari Jumat, namun membukukan kenaikan mingguan keempat berturut-turut menjelang pertemuan OPEC+ awal pekan depan. Dalam sepekan minyak Brent naik 7,2%, sementara WTI naik 8% untuk minggu ini. Berita yang menggembirakan tentang vaksin COVID-19 potensial dari AstraZeneca dan lainnya telah mengangkat pasar. Sementara itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia kemungkinan akan menunda rencana kenaikan produksi minyak tahun depan. OPEC+ berencana meningkatkan produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph) pada Januari atau sekitar 2% dari konsumsi global – setelah rekor pemotongan pasokan tahun ini. Para menteri OPEC+ dijadwalkan bertemu mulai Senin. Panel OPEC+ telah mengadakan pembicaraan informal online pada hari Minggu – sehari lebih lambat dari yang dijadwalkan. Kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan juga masih ada, dengan output Libya yang meningkat menjadi 1,25 juta bph.

Wall Street Menguat, Nasdaq Cetak Rekor
Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat, dengan indeks Nasdaq mencetak rekor tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial 0,13%, S&P 500 menguat 0,24% dan Nasdaq melesat 0,92% ke rekor tertinggi baru. Optimisme sekitar rebound ekonomi tahun depan mengalahkan kekhawatiran seputar lonjakan infeksi virus corona yang diperkirakan setelah liburan Thanksgiving.

Fokus MInggu ini : OPEC+ Meeting, RBA, Powell & NFP
Beberapa agenda penting akan kembali mewarnai pergerakan pasar keuangan di minggu ini. Di awal minggu, OPEC+ akan menggelar rapat, yang akan membahas kuota produksi. Hari berikutnya ada RBA meeting, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di 0,10%. Ada juga pidato pejabat bank sentral, seperti Lagarde (ECB), Powell (the Fed) dan Lowe (RBA). Fokus terakhir, NFP AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*