Dollar AS Jatuh Ke Level Terendah Dua Minggu

Dollar AS jatuh ke level terendah dua minggu atas mata uang utama dunia lainnya mata uang dan level terendah tujuh bulan atas yen Jepang di tengah meningkatnya sentimen risk appetite, yang mengurangi permintaan untuk greenback. Dollar juga jatuh setelah the Fed mempertahankan kebijakan moneter longgarnya. Saham melonjak karena taruhan pada Partai Republik yang mempertahankan kendali Senat meredakan kekhawatiran perubahan kebijakan besar yang dapat merugikan perusahaan Amerika di bawah Gedung Putih Joe Biden. Kandidat presiden Demokrat tersebut hampir memenangkan kursi kepresidenan menggantikan incumbent Donald Trump. Namun apa yang disebut dengan “blue wave”, dimama Demokrat juga mengendalikan Senat sepertinya tidak akan terjadi. Dolar juga melemah oleh kebijakan suku bunga nol Fed dan pembelian obligasi yang sedang berlangsung dalam upaya merangsang pertumbuhan setelah ekonomi yang rusak oleh penutupan bisnis karena COVID-19. Indeks dollar melemah 0,95% menjadi 92.51.

Sterling reli kemarin berkat pelemahan dollar, mengabaikan berita pembicaraan Brexit yang mengalami kebuntuan. Sterling juga naik atas dollar AS setelah BoE meeting yang tetap mempertahankan suku bunga di 0,1%, namun memperluas pembelian asset sebesar 859 miliar pound dari sebelumnya 745 miliar pound.

Harga emas naik ke level tertinggi 1,5 bulan karena meningkatnya prospek kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS, mendorong harapan untuk stimulus yang lebih besar dan menekan dolar. Harga emas spot naik 2,3% menjadi US$ 1.947,16. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik 2,9% menjadi US$ 1.951,80.

Harga minyak turun hampir 1% pada hari Kamis, terbebani oleh terus melonjaknya infeksi virus corona, serta hasil pemilihan presiden AS masih belum selesai. Meski beberapa data bullish minggu ini, termasuk turunnya cadangan minyak AS yang melebihi perkiraan, pasar minyak masih dibayangi mengenai kekhawatiran mengenai ketidakpastian, terutama terkait Covid-19. Pasar khawatir dengan adanya lockdown baru di Eropa akan kembali mengganggu ekonomi. Analis mengatakan bahwa lockdown di Eropa akan mengurangi 1,5 juta bph permintaan minyak. Sementara itu, Italia membukukan infeksi tertinggi satu hari pada hari Kamis, sementara Amerika Serikat melampaui 100.000 infeksi dalam sehari minggu lalu. Dari pilpres AS, kandidat presiden Demokrat Joseph Biden memperkirakan kemenangan atas Presiden Donald Trump setelah unggul di dua negara bagian AS yang kritis, Namun Trump menuduh itu merupakan penipuan tanpa bukti, mengajukan tuntutan hukum dan menuntut penghitungan ulang dalam pilpres yang belum diputuskan.

Bursa saham AS menguat hari Kamis, di tengah harapan pemenang pemilihan presiden dan kongres AS segera ditentukan. NBC News memproyeksikan mantan Wakil Presiden Joe Biden adalah pemenang di Wisconsin dan Michigan, keduanya wilayah ini menyatakan bahwa Presiden Donald Trump menang dalam pemilihan presiden 2016. Indeks Dow Jones naik 1,95%, S&P 500 menguat 1,95% dan Nasdaq naik 2,6%.

Fokus Hari Ini: Data Ketenagakerjaan AS & Kanada
Sembari menunggu hari hasil akhir siapa yang akan duduk di Gedung Putih, pelaku pasar juga akan disuguhi oleh data ekonomi yang sangat dinanti pasar, yaitu data ketenagakerjaan AS. Data tersebut meliputi non-farm payroll, yang diperkirakan tumbuh 595 ribu di Oktober, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya 661 ribu. Selain AS, Kanada juga akan merilis data ketenagakerjaan tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*