Dollar AS Kembali Menguat Berbarengan Dengan Ekuitas

Dollar AS naik dan safe-haven yen melemah lagi pada hari Rabu karena pasar terus menyesuaikan dengan kenaikan suku bunga dan prospek pertumbuhan ekonomi menyusul berita pada hari Senin tentang hasil yang menggembirakan seputar vaksin virus corona. Dollar AS telah mulai bergerak naik berbarengan dengan penguatan ekuitas, dalam peralihan dari status safe-haven selama krisis COVID-19 ketika cenderung bergerak ke arah yang berlawanan. Analis mengatakan bahwa kenaikan pada imbal hasil AS bisa menjadi titik perubahan yang sangat penting untuk melihat bahwa hubungan ekuitas-dolar mulai berkembang. Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun menjadi 0,972% naik dari 0,82% pada hari Jumat. Indeks dollar AS menguat 0,3% atas mata uang utama dunia lainnya pada hari Rabu setelah flat pada hari Selasa dan kenaikan 0,5% pada hari Senin.
Euro Jatuh, Kiwi Melonjak
Euro turun ke level terendah satu minggu atas dollar AS karena imbal hasil obligasi AS naik dibandingkan dengan obligasi Eropa. Sementara itu, dolar Selandia Baru (kiwi) melonjak ke level terkuatnya dalam satu setengah tahun karena para trader mengurangi taruhan bahwa bank sentral (RBNZ) akan beralih ke suku bunga negatif. Euro turun 0,3% pada hari Senin menjadi $1,177.
Emas Turun Karena Pengutan Saham dan Dollar AS
Harga emas turun sekitar 1% di akhir perdagangan Rabu karena optimisme seputar potensi vaksin Covid-19 meningkatkan harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat, mendorong investor menuju aset berisiko. Emas juga jatuh setelah dollar AS naik ke dekat tertinggi satu minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Harga emas spot turun 0,9% menjadi US$ 1.860,61 per ons troi.

Minyak Menguat, Namun Tertahan Oleh Pernyataan OPEC
Harga minyak berjangka AS naik tipis pada akhir perdagangan Rabu, memperpanjang kenaikannya dalam tiga sesi berturut-turut. Namun, antusiasme reli tersebut, yang didorong oleh prospek vaksin COVID-19, telah memudar, dengan harga berakhir mendekati level terendah sesi setelah OPEC memangkas perkiraan permintaan minyak global tahun 2020. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,14% menjadi $ 41,45 per barel, dekat level terendah intraday pada $41,32. Harga sempat mencapai level tertinggi harian di
$43,06. Sementara itu, OPEC mengatakan permintaan minyak akan pulih lebih lambat pada 2021 daripada yang diperkirakan sebelumnya. OPEC melihat permintaan naik tahun depan sebesar 6,25 juta barel per hari. Perkiraan tersebut 300.000 barel lebih rendah dari perkiraan bulan sebelumnya. Sekarang prospek suram bisa mempertanyakan rencana untuk meningkatkan produksi lagi tahun depan.

Wall Street Kembali Variatif, Dow Jones Koreksi, Nasdaq & S&P 500 Menguat
Bursa Wall Street kembali bergerak variatif pada hari Rabu, dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 menguat, sementara indeks Dow Jones koreksi tipis. Indeks Nasdaq menguat 2,01% karena investor beralih kembali ke saham teknologi dan menjauh dari sektor yang sensitif secara ekonomi. Penguatan Nasdaq didorong oleh oleh saham stay-at-home seperti MicrosoG dan NeVlix Inc yang ditutup naik lebih dari 2%.
Fokus Hari Ini: Bailey, Lagarde, Powell
Para petinggi bank sentral dunia akan menyampaikan pidato hari ini. Mereka adalah Andrew Bailey dari BoE, Christine Lagarde ECB, dan Jerome Powell dari the Fed. Melalui pernyataan mereka, pasar ingin mengetahui arah kebijakan dan prospek ekonomi. Fokus pasar lainnya adalah data PDB Inggris, yang diperkirakan tumbuh 15,8% di Q3-20, setelah terkontraksi 19,8% di kuartal sebelumnya. Ada juga data CPI AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*