Dollar AS Lengser dari Level Tertinggi

Dollar AS lengser dari level tertinggi empat bulannya, terutama terhadap euro setelah berita yang mengatakan bahwa pejabat European Central Bank (ECB) lebih percaya diri terhadap prospek pemulihan di kawasan zona euro. Sebuah laporan dari Bloomberg kemarin menyebutkan bahwa proyeksi ECB untuk output dan inflasi ke depan hanya akan sedikit mengalami perubahan pada prospek bulan Juni, dengan PDB tahun 2020 direvisi naik. Laporan tersebut datang menjelang ECB meeting hari Kamis, mendorong aksi beli atas euro, yang naik 0,3% atas dollar menjadi $1805. Dollar juga melemah karena perbaikan sentimen risk-on menyusul rebound saham AS setelah aksi jual tajam dan kenaikan harga minyak, yang mendorong kenaikan mata uang komoditas. Indeks dollar melemah 0,3% menjadi 93,265.

Mata uang komoditas, yang merupakan salah satu barometer untuk mengukur selera risiko, naik berkat rebound harga minyak dan saham. Dolar Australia dan Selandia Baru menguat terhadap dollar, keduanya naik 0,8% menjadi $ 0,7272 dan $0,6669. Sementara Dolar Kanada pulih terhadap mata uang AS setelah Bank of Canada (BoC) mempertahankan suku bunga di 0,25% dalam rapatnya kemarin.

Harga emas naik ke level tertinggi satu minggu, terangkat oleh pelemahan dollar AS, serta kekhawatiran mengenai penundaan pengembangan vaksin virus corona oleh perusahaan AstraZeneca, mendorong investor melirik emas sebagai safe haven. Harga emas spot naik 0,7% menjadi $1945,20, sementara emas berjangka AS naik 0,6% menjadi 1954,90.

Harga minyak mentah rebound setelah anjlok di sesi-sesi sebelumnya, namun peningkatan jumlah kasus virus corona global, telah mengurangi harapan akan pulihnya permintaan minyak secara global. Harga minyak jenis Brent naik 2,5% menjadi US$ 40,79 per barel. Sebelumya, Brent turun lebih dari 5% dan jatuh di bawah US$ 40 untuk pertama kalinya sejak Juni. Sementara WTI naik 3,5% menjadi $38,08. Kedua harga minyak tersebut sebelumnya anjlok setelah langkah perusahaan minyak Arab Saudi Aramco yang memangkas harga jual resmi bulan Oktober untuk minyak ringan Arabnya. Kebijakan ini diambil untuk mengimbangi lemahnya permintaan. Meski rebound, prospek minyak untuk jangka pendek tetap masih suram. Morgan Stanley dalam risetnya mengatakan bahwa pemulihan permintaan masih rapuh, persedian dan kapasitas cadangan tinggi, serta penyulingan masih rendah. Meningkatnya jumlah kasus virus corona di berbagai dunia mengancam memperlambat pemulihan ekonomi dan mengurangi permintaan bahan bakar.

Bursa Tiga indeks utama Wall Street kompak menguat pada penuupan perdagangan hari Rabu dan mengakhiri penurunan tiga harinya. Saham-saham teknologi, yang sebelumnya mengalami tekanan besar akhirnya bangkit, dengan saham Apple naik 4%, sementara Tesla melonjak lebih dari 10%. Indeks Dow Jones menguat 1,6%, indeks S&P 500 menguat 2% dan indeks Nasdaq reli 2,7%.

Fokus Hari ini: ECB Meeting, Inflasi & Jobless Claims AS
Event terpenting hari ini adalah ECB meeting. Bank Sentral Eropa tersebut diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan moneternya dalam rapatnya nanti. Masalah utama ECB adalah penguatan euro dan ancaman deflasi, sehingga pernyataan suku bunga kemungkinan akan jadi sorotan pasar. Fokus pasar lainnya adalah data inflasi dan jobless Claims AS, serta laporan cadangan minyak EIA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*