Dollar AS Melemah

Dollar AS melemah dalam enam sesi berturut-turut pada hari Kamis di tengah laporan bahwa para pemimpin Senat Republik AS telah setuju untuk melanjutkan negosiasi tentang paket stimulus virus korona. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer mengatakan bahwa Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell telah setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan untuk menyusun paket bantuan fiskal baru. Sebelum pemilu AS 3 November, pasar keuangan terfokus pada pembicaraan pembicaraan stimulus dari parlemen AS. Namun pada akhirnya, investor pasrah dengan kenyataan bahwa rencana stimulus akan disahkan setelah Presiden terpilih Joe Biden menjabat pada Januari. Pergerakan dollar AS Dolar saat ini masih tetap terjebak diantara prospek optimis yang timbul dari berita vaksin positif serta peningkatan infeksi virus korona, yang memaksa penutupan lokal di seluruh dunia. Indeks dollar melemah 0,2% menjadi 92,29.

Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Kamis berkat prospek pembicaraan stimulus ekonomi AS yang baru, mendukung sentimen investor. Meski begitu, kenaikan dibatasi oleh lonjakan kasus COVID-19 global, dengan loonie masih bergerak pada range trading. Loonie menguat 0,2% mnejadi 1,3061. Mata uang tersebut diperdagangkan di kisaran 1,3059-1,3123, dalam kisaran sempit 1,3030-1,3141 sejak awal minggu.

Harga Emas turun 1% pada hari Kamis karena penguatan dolar dan kemajuan vaksin COVID-19 yang mendorong harapan pemulihan ekonomi. Emas juga melemah di tengah ketidakpastian stimulus AS. Harga emas spot turun 0,4% menjadi $ 1,863.81 dan emas berjangka AS melemah 0,7% di $ 1.861,50.

Harga minyak melemah pada hari Kamis karena harapan untuk vaksin dibayangi oleh lonjakan kasus baru virus korona di seluruh dunia, yang meningkatkan kekhawatiran tentang prospek permintaan minyak. Covid-19 masih membebani pasar minyak, yang meningkatkan kekhawatiran tentang prospek permintaan . Jumlah kematian AS akibat COVID-19 sudah mencapai 250.000, sementara kasus harian di Jepang dan Rusia melonjak. Seiring melonjaknya jumlah kasus di AS, kota New York menutup sekolah umum. Selain itu, kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan tetap ada. National Oil Corporation (NOC) Libya dan Total Prancis telah membahas upaya NOC untuk meningkatkan kapasitas dan meningkatkan produksi. Output Libya meningkat tajam sebesar 1,25 barel per hari (bph) setelah blokade dicabut. OPEC akan membahas kebijakan pada pertemuan pada 30 November dan 1 Desember. Menurut sebuah sumber mengatakan anggota OPEC+ cenderung menunda rencana untuk meningkatkan produksi pada Januari sebesar 2 juta barel per hari (bph).

Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis, didukung harapan stimulus baru. Berita tersebut mendorong sentimen investor menjelang akhir sesi yang penuh kekhawatiran imbas peningkatan potensi shutdown dan pemutusan hubungan kerja terkait melonjaknya tingkat infeksi Covid-19. Indeks Dow Jones menguat 0,15%, S&P 500 naik 0,39% dan Nasdaq Composite menguat 0,87%.

Fokus Hari ini : Lagarde, Retail Sales Inggris & Kanada
Presiden ECB Christine Lagarde akan kembali menyampaikan pidatonya hari ini. Dalam pidato-pidato sebelumnya, Lagarde telah menyatakan bahwa lonjakan virus corona telah menambah tigkat ketidakpastian. Hal ini menandakan bahwa kebijakan ECB akan tetap akomodatif. Namun sebelum pidato Lagarde, ada beberapa data yang layak disimak, seperti retail sales Inggris dan Kanada, serta Inflasi Jerman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*