Dollar AS Melemah Pada Hari Senin Karena Investor

Dollar AS melemah pada hari Senin karena investor agak optimis bahwa kesepakatan di Washington mengneai paket stimulus fiskal dapat dicapai menjelang pemilihan AS 3 November, dan bahwa vaksin virus corona akan tersedia pada akhir tahun. Safe haven dollar kembali meredup setelah Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan bahwa dia yakin undang-undang stimulus dapat didorong sebelum Pemilu, dan mengatakan bahwa kesepakatan bisa didapat hari Selasa. Semakin meningkatkan sentimen pasar, perusahaan farmasi Pfizer Inc mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka berpotensi memiliki vaksin virus korona yang siap di Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun. Indeks dolar turun 0,3% menjadi 93,39, setelah minggu lalu menguat 0,7% berkat meningkatnya jumlah kasus virus corona dan ketiakpastian stimulus.

Poundsterling menguat 0,22% atas dolar menjadi $ 1,2952 karena ada harapan bahwa negosiator Inggris dan Eropa mungkin dapat menyelamatkan pembicaraan perdagangan pasca-Brexit. Pasar memperkirakan bakal ada kejutan pada jam-jam terakhir pada perundingan. Namun, sejauh ini belum ada kemajuan yang berarti selama perundingan. Untuk itu, kemungkinan no-deal Brexit akan terjadi. Selain pound, euro juga menguat atas dollar 0,44% mnejadi $1.1770.

Harga emas kembali naik ke atas $1900 pada hari Senin berkat pelemahan dollar AS, serta keyakinan bahwa paket stimulus akan muncul dalam 48 jam ke depan. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa masih ada selisih besaran stimulus yang diusulkan oleh Demokrat dan Gedung Putih. Namun, Pelosi meyakini bahwa RUU akan disepakati sebelum pemilihan umum.

Harga minyak turun tipis pada hari Senin, terbebani oleh kekhawatiran lonjakan kasus virus korona secara global dan rencana Libya untuk meningkatkan produksi, tetapi harapan paket fiskal AS memberikan dukungan. Kasus virus korona di seluruh dunia melampaui 40 juta pada hari Senin. Banyak pemerintah Eropa yang memperketat lockdown untuk mengekang penyebaran virus, meningkatkan kekhawatiran baru mengenai prospek permintaan permintaan minyak. Sementara itu, Libya telah meningkatkan produksinya secara signifikan setelah pelonggaran blokade oleh pasukan timur pada bulan September. Sebanyak 70 ribu bph di ladang minyak Abu Attifel akan kembali beroperasi pada 24 Oktober setelah ditutup selama berbulan-bulan. Meski begitu, penurunan dapat dibatasi berkat harapan stimulus setelah Gedung Putih sangat optimis bahwa Ketua DPR AS dari Demokrat Nancy Pelosi yang akan menyepakati RUU stimulus corona.

Bursa saham AS melemah di awal perdagangan minggu ini karena ketidakpastian stimulus serta meningkatnya kasus virus corona di AS. Minggu lalu, Gedung Putih mengajukan paket stimulus US$ 1,8 triliun yang ditolak Pelosi karena lebih rendah ketimbang proposal dia sebesar US$ 2,2 triliun. Sementara itu, Wisconsin kembali menetapkan pembatasan pada Senin kemarin.

Fokus Hari Ini: RBA Minutes, Inflasi Jerman, Data Perumahan AS, The Fed
RBA telah merilis minutes-nya, yang merupakan notulen dari rapat bulan lalu, di mana RBA tetap mempertahnkan suku bunga di 0,25%. Setelah itu, fokus pasar akan tertuju pada data inflasi Jerman, kemudian data perumahan AS. Sementara pejabat the Fed yang akan tampil di publik antara lain John William dan Randal Quarles.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*