Dollar AS Melemah Setelah Data AS yang Bervariasi

Dollar AS melemah atas mata uang utama dunia lainnya pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati level terendah tiga bulan, bahkan ketika reli risk-on di pasar keuangan global terhenti setelah data AS yang menunjukkan gambaran ekonomi yang kurang cerah. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat melebihi perkiraan minggu lalu, menunjukkan bahwa lonjakan infeksi COVID-19 baru dan pembatasan bisnis meningkatkan PHK dan merusak pemulihan pasar tenaga kerja. Sementara data lainnya, menunjukkan ekonomi naik ke awal yang solid pada kuartal keempat, dengan belanja konsumen dan investasi bisnis pada peralatan melampaui ekspektasi analis pada bulan Oktober. Dolar diperkirakan akan terus turun seiring kemajuan vaksin dan kemungkinan terpilihnya mantan ketua the Fed Janet Yellen sebeagai Menteri Keuangan AS yang baru. Indeks dollar melemah 0,14% menjadi 91,99.
Sterling Menguat Pasca Pernyataan Sunak
Sterling naik tipis pada hari Rabu setelah menteri keuangan Inggris Rishi Sunak mengumumkan RAPBN untuk satu tahun ke parlemen, bersama dengan perkiraan baru untuk ekonomi negara yang dilanda virus corona. Inggris akan menganggarkan 400 miliar pound ($ 533,40 miliar) pada tahun keuangan saat ini untuk membayar dampak virus korona terhadap ekonominya, menurut Sunak.
Emas Stabil Setelah Jatuh ke Level $1800
Harga emas stabil di akhir perdagangan Rabu setelah Wall Street melemah dari rekor penutupan sepanjang masa akibat kenaikan tak terduga pada klaim pengangguran. Hal tersebut akhirnya berhasil membuat harga emas rebound setelah sempat meluncur menuju US$ 1.800 per ons troi. Harga emas spot ditutup pada level US$ 1,807,56, sementara harga emas berjangka AS naik tipis US$ 1.811,20 per ons troi.
Minyak Lanjutkan Reli Setelah Data EIA
Harga minyak naik hampir 2% ke level tertinggi dalam lebih dari delapan bulan pada hari Rabu, setelah data yang menunjukkan cadangan minyak AS turun di luar perkiraan, serta harapan bahwa vaksin COVID-19 akan meningkatkan permintaan bahan bakar. Data dari Energy Information Administration (EIA) AS menunjukkan cadangan minyak turun 754.000 barel pekan lalu, melawan perkiraan kenaikan 127.000 barel. Sementara cadangan di di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI, turun 1,7 juta barel. Turunnya cadangan di Cushing ini menjadi faktor bullish bagi minyak. Namun, kekhawatiran permintaan membatasi kenaikan harga karena permintaan bensin mingguan turun sekitar 128.000 barel per hari (bph) menjadi 8,13 juta bph, terendah sejak Juni 2020. Harga juga terdorong oleh berita positif vaksin setelah AstraZeneca Senin lalu mengatakan bahwa vaksin Covid-nya bisa efektif hingga 90%.

Wall Street Lengser dari Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Wall Street terkoreksi pada penutupan perdagangan Rabu, dengan dua dari tiga indeks utama di bursa AS tersebut lengser dari posisi tertingginya sepanjang masa. Indeks Dow Jones turun 0,58%, indeks S&P 500 melemah 0,16%. Namun, indeks Nasdaq Composite mampu menguat 0,47%. Sentimen risk-on memudar menyusul data klaim tunjangan pengangguran naik melebihi angka perkiraan.

Fokus Hari ini : ECB Minutes
Pasar keuangan kemungkinan akan bergerak mendatar hari ini, sehubungan dengan liburnya pasar AS dalam perayaan Thankgiving. Meski begitu, beberapa event masih layak dicermati, salah satunya ECB minutes, yang merupakan notulen dari rapat ECB bulan lalu, ketika ECB mempertahankan kebijakan, namun masih bernada dovish dengan mengindikasikan akan kembali meluncurkan stimulusb untuk mendukung ekonomi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*