Dollar AS Menguat Atas Mata Uang Utama Dunia

Dollar AS menguat atas mata uang utama dunia lainnya pada hari Rabu setelah Partai Demokrat tampaknya tidak mungkin mengambil kendali Senat AS, menyebabkan investor ragu akan adanya paket stimulus fiskal besar-besaran. Kandidat dari Demokrat Joe Biden unggul tipis di Wisconsin pada hari Rabu setelah penghitungan suara selesai di negara bagian penting itu, membuka peluang besar untuk memenangkan kursi kepresidenan AS dari Donald Trump. Namun, suara Demokrat tidak seperti yang diharapkan banyak orang, sehingga kemungkinan Partai Republik akan mempertahankan kendali atas Senat AS, dan menentang peningkatan pengeluaran stimulus besar-besaran. Partai Republik kemungkinan akan mempertahankan kendali Senat setelah Senator Susan Collins mencetak kemenangan pemilihan ulang yang mengejutkan di Maine, yang secara efektif akan mencegah perubahan besar dalam pajak, peraturan, atau pengeluaran. Indeks dolar naik 0,27% menjadi 93,39, setelah mencapai tertinggi satu bulan di 94,31 semalam.

Pasar valas bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian hasil pemilu. Euro akhirnya mampu menguat setelah sempat turun ke $1.1602, terendah sejak 24 Juli. Pair EUR/USD menguat 0,09% menjadi 1.1722.

Harga emas turun pada hari Rabu karena taruhan bahwa Demokrat tidak akan dapat mengendalikan Senat AS dalam pemilihan umum AS. Kondisi tersebut Memupus harapan untuk stimulus virus corona AS yang lebih besar. Harga emas spot emas turun 0,7% menjadi US$ 1.896,02, sementara harga emas berjangka AS turun 0,7% menjadi US$ 1.896,20.

Harga minyak naik hampir 4% pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim kemenangan pada pemilu AS, dengan jutaan suara masih harus dihitung. Minyak juga menguat setelah data menunjukkan penurunan besar pada cadangan AS. Kemenangan Trump dipandang sebagai bullish untuk minyak karena sanksi terhadap Iran dan dukungannya untuk pemangkasan produksi minyak, yang dipimpin Saudi, untuk mendukung harga. Sementara jika Biden menang pasar akan melihat sebagai bearish ke netral karena dukungannya untuk kebijakan hijau dan sikap yang lebih lunak terhadap Iran. Sementara itu, data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak AS turun 8 juta barel minggu lalu karena adanya Badai Zeta telah memaksa penurunan produksi di Teluk Meksiko selama periode tersebut. Ekspor minyak mentah mingguan AS turun 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi sekitar 2,3 juta bpd pekan lalu, penurunan terbesar sejak Januari, dan produksi turun 600.000 bph menjadi 10,5 juta bph.

Meski belum ada kepastian mengenai hasil pemilu AS, tiga indeks utama Wall Street mampu mempertahankan penguatannya. Indeks Dow Jones menguat 1,3%, Indeks S&P 500 naik 2,2% dan indeks Nasdaq meroket 3,9%. Investor tampaknya mengesampingkan hasil pemilihan presiden dan justru berkonsentrasi pada persaingan untuk kursi Senat.

Fokus Hari Ini: BoE & FOMC Meeting
Fokus hari ini akan tertuju pada rapat bank sentral dunia, yaitu the Bank of England (BoE) dan The Fed. BoE diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di 0,10%, namun kemungkinan akan menambah jumlah pembelian asset menjadi 845 miliar poundsterling dari 745 miliar poundsterling. Sementara kebijakan the Fed diperkirakan masih tidak berubah. Fokus pasar lainnya adalah data jobless claims AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*