Dollar AS Menguat Atas Mata Uang Utama Dunia

Dollar AS menguat atas mata uang utama dunia lainnya kemarin setelah komentar hawkish yang mengejutkan dari Presiden Fed Chicago Charles Evans. Evans memberi kejutan di pasar ketika semua mata tertuju pada Ketua Powell yang memberikan testimoni di depan Kongres. Dalam pernyataannya, Evans menyebutkan prospek kenaikan suku bunga. Dalam narasi beberapa bulan terakhir, the Fed menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga kapan pun di masa mendatang. Kemudian Evan masuk dan menantang narasi tersebut, sehingga pasar menjadi lengah. Evans mengatakan bahwa the Fed masih membutuhkan diskusi untuk target baru inflasi rata-rata, namun bisa menaikkan suku bunga sebelum rata-rata 2%. Evans juga mengatakan bahwa QE tidak memberikan dorongan lain bagi ekonomi AS tanpa adanya stimulus fiskal.

Sterling diperdagangkan pada terendah dua bulan setelah setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyuruh orang-orang untuk bekerja dari rumah (WFH), bila memungkinkan dan memerintahkan bar dan restoran untuk tutup lebih awal, dengan pembatasan baru mungkin berlangsung enam bulan, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Harga emas melemah kemarin setelah dollar AS naik ke level tertinggi satu bulan, sementara investor tetap meragukan langkah-langkah stimulus tambahan untuk membantu ekonomi yang dilanda virus corona. Sementara itu, dalam testimoninya di kongres ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa sementara ekonomi Amerika telah menunjukkan “peningkatan yang nyata” sejak pandemi virus korona mendorongnya ke dalam resesi, jalan ke depan tetap tidak pasti dan the Fed akan berbuat lebih banyak jika diperlukan.

Harga minyak bertahan setelah American Petroleleum Institute (API) melaporkan adanya penurunan yang besar pada cadangan bensin, meski cadangan minyak secara keseluruhan mengalami kenaikan di luar prediksi. Pagi tadi, API melaporkan cadangan minyak AS naik 691 ribu barel minggu lalu, melawan prediksi penurunan 2,256 juta barel. Di minggu sebelumnya API melaporkan adanya penurunan yang signifinifikan pada cadangan minyak AS sebesar 9,517 juta barel. Sementara itu, cadangan bensin turun 7,735 juta barel, di atas estimasi analis yang memperkirakan penurunan 614 ribu barel. Sebelum data API, harga minyak menguat tipis, meski sentimen permintaan memburuk karena adanya laporan peningkatan pada jumlah kasus virus corona global. Pada penutupan perdagangan Rabu, harga minyak tidak banyak mengalami perubahan, dengan minyak WTI ditutup di level 39,74, sementara Brent ditutup pada kisaran 41.71.

Setelah terkena aksi jual di tiga sesi terakhir, saham-saham di Wall Street rebound kemarin, didukunng oleh lonjakan saham Amazon.com, di tengah kemungkinan penundaan stimulus fiskal baru oleh Kongres dan peningkatan jumlah kasus virus corona yang mengurangi harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Indeks Dow Jones 0,52%, S&P 500 menguat 1,05%, dan ke 3.315,57 dan Nasdaq melonjak 1,71%.

Fokus Hari Ini: PMI, Powell & EIA
Fokus pasar hari ini akan tertuju pada serangkaian data PMI di beberapa negara maju. Data tersebut akan menunjukkan seberapa kuat kondisi ekonomi di negara tersebut, khususnya di sektor manufaktur dan jasa. Selain data PMI, fokus pasar lainnya adalah rapat RBNZ, serta testimoni ketua the Fed Jerome Powell. Ada juga data cadangan minyak dari EIA AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*