Dollar AS Menguat Pada Hari Selasa

Dollar AS menguat pada hari Selasa karena mood investor berubah menjadi khawatir setelah uji coba vaksin Johnson & Johnson (J&J) dihentikan sementara dan meredupnya harapan bahwa paket stimulus fiskal bisa dicapai sebelum pemilihan presiden. Daya tarik safe-haven dollar meredup dengan meningkatnya ekspektasi bahwa kemenangan mantan Wakil Presiden AS Joe Biden pada 3 November akan membawa stimulus besar bagi ekonomi yang dilanda pandemi, memperkuat pasar saham dan selera risiko investor. Ekspektasi tersebut memperkuat anggapan bahwa tidak ada stimulus sebelum pemilihan. Sementara itu, J&J mengatakan bahwa perusahaannya telah menghentikan studinya karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada peserta, mengurangi optimisme tentang vaksin. Indeks dollar menguat 0,53% menjadi 93,51.

Sterling melemah 0,96% menjadi $ 1,2938 setelah data yang menunjukkan tingkat pengangguran Inggris naik melebihi perkiraan menjadi 4,5%. Sterling juga terpukul setelah PM Inggris Boris Johnson mengatakan kepada para menteri kabinetnya pada hari Selasa bahwa dia menginginkan kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa dengan persyaratan yang tepat, tetapi mengakhiri tahun tanpa adanya ketakutan.

Harga emas turun hampir 2% pada hari Selasa, jatuh di bawah support pentingnya $ 1.900, karena negosiasi mengenai stimulus fiskal AS untuk membantu jutaan orang Amerika yang tertekan secara finansial oleh pandemi virus corona kembali mengalami kebuntuan. Harga emas spot turun 1,5% menjadi $1893,91, sementara emas berjangka AS turun 1,8% menjadi $1894,60.

Harga minyak rebound pada hari Selasa, didukung oleh solidnya data ekonomi China yang mengimbangi kembalinya pasokan di wilayah lain. Namun, kenaikan dibatasi oleh perkiraan pemulihan yang lambat dalam permintaan minyak global karena meningkatnya kasus virus korona. China, importir minyak mentah terbesar dunia, telah mengimpor sebanyak 11,8 juta barel per hari (bph) minyak pada September, naik 5,5% dari Agustus dan naik 17,5% dari tahun sebelumnya, tetapi masih di bawah rekor tertinggi 12,94 juta bpd di Juni. Sementara itu, proyeksi permintaan minyak masih akan lambat menurut International Energy Agency (IEA) dan OPEC. Dalam laporan bulanannya, OPEC menyebutkan permintaan minyak akan naik 6,54 juta barel per hari tahun depan menjadi 96,84 juta bph, atau 80.000 bph kurang dari yang diharapkan sebulan lalu. Kembalinya produksi minyak Libya, serta pembatasan sosial di Inggris, Republik Ceko, dan mungkin Perancis membatasi kenaikan harga. WTI naik 2% menjadi $40.20 dan Brent naik 1,8% menjadi $42,45.

Reli Wall Street akhirnya terhenti setelah berita terhentinya uji coba vaksin oleh dua perusahaan farmasi AS. Johnson & Johnson Senin lalu mengumumkan penghentian sementara uji coba klinis kandidat vaksin corona karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada partisipan. Selain Johnson & Johnson, Eli Lilly & Co pun menghentikan sementara ujicoba antibodi virus corona karena kekhawatiran atas keamanan.

Fokus Hari Ini: PPI AS, Fed & BoE
Tidak begitu banyak data ekonomi yang akan dirilis hari ini, kecuali data inflasi AS, di mana PPI untuk bulan September diperkirakan melambat menjadi 0,2% dari bulan sebelumnya 0,3%. Begitu juga untuk core PPI diperkirakan melambat menjadi 0,2% dari 0,4%. Beberapa pejabat the Fed juga akan tampil di publik, anatara lain; Richard Clarida dan Randal Quarles. Dari BoE, Andy Haldane juga akan tampil.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*