Dollar AS Meraih Level Tertinggi

Dollar AS meraih level tertinggi satu pada hari Senin karena sentimen risiko memburuk di tengah ketidakpastian pemilihan presiden (pilpres) AS dan karena meningkatnya volatilitas pada mata uang utama naik ke level tertinggi sejak April. Tidak ada pemenang yang jelas pada pilpres AS dapat mengguncang pasar. Presiden Republik Donald Trump tertinggal dari penantang Demokrat Joe Biden dalam jajak pendapat nasional, tetapi jajak pendapat swing voter, yang akan menentukan memutuskan pilihan, menunjukkan persaingan yang. Sementara itu, Indeks volatilitas (VIX), yang naik ke level tertinggi dalam empat bulan minggu lalu, turun lebih dari 2% menjadi 37,13. Sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 1,6 bps menjadi 0,8434%.

Pound Inggris melemah setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan lockdown satu bulan di seluruh Inggris akhir pekan lalu. Sterling sempat turun ke level $ 1,2852, terendah sejak 7 Oktober. Sementara itu, jumlah kasus COVID-19 baru di Eropa telah meningkat dua kali lipat dalam lima minggu, menurut data yang dihitung Reuters, dengan total infeksi melebihi 10 juta.

Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin di tengah ketidakpastian seputar hasil pilpres (AS). Sementara lonjakan kasus virus corona global memperburuk kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi, yang semakin meningkatkan daya tarik safe-haven. Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 1.893,13, sementara harga emas berjangka AS naik 0,7% menjadi US$ 1.892,50.

Harga minyak naik hampir 3% pada hari Senin, rebound setelah beberapa sesi sebelumnya mengalami penurunan karena kekhawatiran meningkatnya kasus virus corona. Rebound minyak terjadi satu hari sebelum akhir pemungutan suara pemilihan presiden AS. Pasar minyak tertekan karena kekhawatiran mengenai prospek permintaan bahan bakar yang lemah karena beberapa negara Eropa memulai kembali lockdown untuk mengekang virus corona. Infeksi baru-baru ini juga mencapai rekor harian di AS, dan trader yakin hal itu bisa menghentikan pemulihan permintaan. Sementara itu, Indeks saham AS, yang terkadang bergerak seiring dengan emas, naik pada hari Senin. Analis mengatakan hasil pemilu yang mungkin mengguncang pasar ekuitas dalam waktu dekat akan terjadi jika tidak ada pemenang yang jelas pada Selasa. Perusahaan minyak dunia dan analis memperkirakan penurunan minyak bisa berlanjut karena lonjakan kasus virus. Sementara itu, produksi Libya saat ini mencapai 800 ribu bph, naik 100 bph dari hari-hari sebelumnya.

Setelah mencatatkan penurunan terburuk sejak Maret minggu lalu, tiga indeks utama Wall Street menguat di awal perdagangan minggu ini. Pasar saham pulih dari penurunan tajam pekan lalu dan bersiap untuk pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Indeks Dow Jones Industrial naik 0,6%, indeks S&P 500 naik 1,2%, dan indeks Nasdaq Composite naik 0,4%,

Fokus Hari Ini: US Election & RBA Meeting
Semua perhatian akan tertuju pada pilpres AS antara incumbent Donald Trump dan Rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden. Kemungkinan akan terjadi volatilitas yang tinggi ketika pemungutan pilpres AS tersebut. Namun sebelum itu, RBA akan terlebih dahulu menggelar rapatnya, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga menjadi 0,1% dari sebelumnya 0,25%.

Fokus Hari Ini:
Semua perhatian akan tertuju pada pilpres AS antara incumbent Donald Trump dan Rivalnya dari Parta Demokrat Joe Biden. Kemungkinan akan terjadi volatilitas yang tinggi ketika pemungutan pilpres AS tersebut. Namun sebelum itu, RBA akan terlebih dahulu menggelar rapatnya, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga menjadi 0,1% dari sebelumnya 0,25%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*