Dollar AS merangkak naik

Dollar AS naik dari posisi terendah kemarin setelah data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan membendung momentum penurunan pada saat banyak yang memperkirakan suku bunga AS yang mendekati nol kemungkinan akan bertahan lama. Indeks dolar AS, yang mengukur bobot dollar AS atas enam mata uang utama lainnya, naik 0,20% menjadi 92,32 setelah tergelincir ke level terendah 28-bulan. Penguatan dollar terjadi meski ada pernyataan dovish dari salah satu pejabat the Fed, Lael Brainard yang mengatakan bank sentral harus mengadopsi pendekatan kebijakan moneter yang lebih agresif untuk memastikan pemulihan yang kuat di pasar tenaga kerja, dan mendorong inflasi menuju target 2%. Komentar tersebut membatasi penguatan dollar, yang sebelumnya menguat karena didorong data Manufaktur ISM yang naik menjadi 56,0 dari 54,2 pada Agustus, di atas perkiraan. 54,5.

Penurunan USD/CAD setelah Simposium Jackson Hole minggu lalu tampaknya mulai mereda dan pair tersebut rebound dari level terendah mingguan di 1,2994. Namun, rebound yang terjadi kemarin mungkin hanya bersifat sementara karena trend utama tampaknya akan bertahan sampai bulan September.

Harga emas naik ke level dua minggu kemarin setelah dollar AS sempat jatuh ke level terendah dua tahun sebelumnya, serta turunnya imbal hasil obligasi AS. Analis melihat bahwa kedua faktor tersebut bisa membuat emas bergerak antara US$ 1.800 dan US$ 2.100 sampai pemilihan presiden AS pada November. Rencana kebijakan moneter baru bank sentral AS, (The Fed), yang bisa menyebabkan inflasi naik secara marginal dan suku bunga jangka panjang tetap lebih rendah, juga membebani imbal hasil obligasi AS.

Harga minyak menguat kemarin setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan cadangan minyak AS sebesar 6,360 juta barel minggu lalu, lebih besar dari perkiraan penurunan sebesar 1,887 juta barel. Di minggu sebelumnya, API juga melaporkan penurunan cadangan minyak sebesar 4,524 juta barel, setelah analis memperkirakan penurunan yang lebih kecil sebesar 3,694 juta barel. Data cadangan minyak AS ini tetap menjadi metrik yang diperhatikan untuk menentukan keadaan pasar saat ini.
Harga minyak WTI menguat 0,33% menjadi $42,75, sementara minyak Brent menguat 0,66% menjadi $45,58. Sementara itu, produksi minyak AS naik tipis minggu lalu, namun secara umum masih turun secara signifikan dari level tertinggi 13,1 juta bph pada 13 Maret. Produksi minyak AS saat ini berada di 10,8 juta barel per hari (bph) pada 21 Agustus, menurut data Energy Infomrmation Administration (EIA), atau masih sekitar 2,3 juta bph di bawah level tertinggi Maret.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*