Dollar AS Merosot Pada Hari Selasa

Dollar AS merosot pada hari Selasa, meraih level terendah satu bulan atas mata uang utama dunia lainnya, karena investor menunggu hasil pembicaraan stimulus fiskal menjelang pemilihan presiden AS mendatang. Indeks dolar turun dalam dua hari berturut-turut dan sempat mencapai level 92,991, terendah sejak 21 September, ketika Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan bahwa dia optimis Demokrat dapat mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih mengenai bantuan tambahan COVID-19 yang bisa didapatkan awal bulan depan. Sementara pasar yakin bahwa kemenangan capres Demokrat Joe Biden akan menghasilkan lebih banyak stimulus fiskal, investor juga kahawatir terhadap hasil pemilu yang berpotensi meningkatkan daya tarik safe-haven greenback.

Sterling bergerak mendatar dan hanya mengalami penurunan tipis 0,07% menjadi 1,2941 di tengah ketidakpastian Brexit. Kepala negosiator Brexit Inggris David Frost mengatakan tidak ada dasar untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan dengan Uni Eropa kecuali ada perubahan mendasar dalam pendekatan Brussel. Sementara Euro menguat 0,49% menjadi 1.1840 meski dibayangi kekhawatiran lonjakan virus corona di kawasan zona euro, yang memaksa negara-negara menjalankan lockdown.

Harga Emas naik tipis pada hari Selasa karena pelemahan dollar AS dan harapan untuk paket bantuan virus korona AS menjelang pemilihan presiden mendorong daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi. Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steve Mnuchin “terus mempersempit perbedaan mereka” pada paket stimulus, kata juru bicara Pelosi, Drew Hammill. Harga emas spot naik 0,4% menjadi $1912,71.

Setelah sempat tertekan, harga minyak rebound kemarin menjelang berakhirnya kontrak minyak mentah WTI November, serta ekspektasi penurunan mingguan stok minyak mentah AS, yang akan akan dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) hari ini. Sebagian besar analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan penurunan 1,9 juta barel dalam pasokan minyak mentah domestik. Perkiraan tersebut akan menandai penurunan persediaan mingguan kedua berturut-turut. Sementara itu, data dari American Petroleum Institute (API) tadi pagi menunjukkan cadangan minyak AS naik menjadi 584 ribu barel di minggu lalu. Angka tersebut melawan prediksi penurunan 1 juta barel. Sementara cadangan di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma, naik menjadi 1,2 juta barel. Sedangkan cadangan bensin turun 1,6 juta barelm, lebih kecil dari perkiraan penurunan 1,8 juta barel.

Tiga indeks utama Wall Street berhasil menguat pada perdagangan Selasa di tengah meningkatnya optimisme bahwa anggota parlemen Amerika Serikat hampir mendekati kesepakatan paket stimulus untuk meredam guncangan ekonomi akibat pandemi virus corona. Indeks Dow Jones naik 0,40%, S&P 500 menguat 047% dan Nasdaq Composite naik 0,33%.

Fokus Hari Ini: Inflasi Inggris & Kanada, EIA
Hari ini ada data inflasi Inggris, di mana CPI tahunan menagalami kenaikan menjadi 0,5% di September, dari bulan sebelumnya 0,2%. Sementara core CPI juga naik menjadi 1,3% dari 0,9%. Data tersebut bisa menjadi faktor bullish bagi sterling, meski kekhawatiran Brexit masih membayangi. Selain Inggris, Kanada juga akan merilis data inflasi dan data retail sales. Dari AS, ada data cadangan minyak dari EIA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*