Dollar AS Naik ke Level Tertinggi

Dollar AS naik ke level tertinggi hampir enam minggu kemarin, sementara mata uang berisiko dan saham jatuh karena investor memburu safe haven di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya kasus COVID-19 dan ketidakpastian seputar pemilu AS November. Permintaan safe haven dollar AS meningkat karena para investor resah tentang kemampuan Kongres AS dalam mencapai kesepakan stimulus fiskal, yang kemudian diperburuk dengan adanya kematian hakim Mahkamah Agung AS Ruth Bader Ginsburg pada hari Jumat, ikon liberal. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan memilih untuk menggantikan Ginsburg minggu ini karena dia berusaha untuk memperkuat mayoritas konservatif 6-3 di pengadilan tertinggi AS menjelang pemilihan 3 November. Indeks dollar menguat 0,65% menjadi 93,559.

Euro dan sterling melemah di tengah kekhawatiran mengenai meningkatnya jumlah infeksi kasus virus corona di Eropa. Para menteri kesehatan Eropa telah meningkatkan peringatan tentang dampak gelombang kedua, di mana Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn Senin lalu memperingatkan bahwa Jerman dapat melihat lonjakan infeksi menyusul penyebaran di negara-negara seperti Prancis, Austria, dan Belanda.

Harga Emas merosot lebih dari 3% kemarin, turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan di tengah penguatan dollar AS. Ketidakpastian mengenai lanjutan stimulus fiskal AS mendorong aksi jual terhadap asset-asset di pasar. Emas seharusnya bisa menguat di tengah meningkatnya safe haven, namun kejadian di musim semi kembali terjadi di mana pelaku pasar menjual semua asset-asset-nya, tak terkecuali emas. Harga emas spot turun 2,1% menjadi 1909,05 per ons, sementara emas berjangka AS turn 2,6% menjadi 1910,60.

Harga minyak merosot lebih dari 4% kemarin di tengah kekhawatiran lockdown Covid-19 di seluruh Eropa dan setelah produksi Libya kembali beroperasi, meningkatkan kekhawatiran kelebihan pasokan. Kekhawatiran atas lonjakan kasus virus korona meningkat menyusul data statistik menunjukkan lebih dari 30 juta orang yang terinfeksi di seluruh dunia. Di Inggris, PM Inggris Boris Johnson sedang mempertimbangkan lockdown nasional kedua setelah Inggris mencatat lebih dari 37.000 kematian dari hampir 340 ribu kasus. Jumlah infeksi juga meningkat di Spanyol dan Prancis. Dari sisi pasokan, Di Libya, pekerja di ladang utama Sharara telah kembali beroperasi setelah National Oil Corporation mengumumkan pengangkatan sebagian force majeure, dan sebuah kapal tanker Suezmax sedang menuju ke terminal Marsa El Hariga Libya, menurut laporan Reuters. Harga minyak WTI turun 4,4% menjadi $ 39,31 dan Brent turun 4% menjadi $41,44.

Tiga indeks utama Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin, di tengah kekhawatiran tentang lockdown baru di Eropa dan kemungkinan penundaan stimulus baru dari Kongres, meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS menghadapi jalan yang lebih panjang menuju pemulihan ketimbang harapan sebelumnya. Indeks Dow Jones anjlok 1,84%, S&P 500 jatuh 1,16 dan Nasdaq melemah 0,13%.

Fokus Hari Ini: Powell & Bailey
Setelah kemarin menyampaikan pidatonya bersamaan dengan anggota the Fed lainnya, Ketua the Fed Jerome Powell kembali akan menyampaikan pidatonya di Washington DC mengenai kebijakan atas penanganan virus, atau apa yang dinamakan dengan Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security Act (CARES Act). Selain Powell, ketua Bank oF England (BoE) juga akan menyampaikan pidatonya hari ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*