Dollar AS Rebound dari Posisi Terendah

Dollar AS rebound dari posisi terendah Rabu setelah the Fed memperkirakan suku bunga akan tetap bertahan setidaknya hingga 2023. Namun, the Fed menaikkan proyeksi ekonominya, mengindikasikan adanya pemulihan yang lebih cepat. Dalam rapat tersebut, the Fed tetap mempertahankan suku bunga pada kisaran 0%-0,25%. Dalam proyeksi ekonomi terbarunya, The Fed memperkirakan suku bunga akan tetap di posisi sekarang hingga setidaknya tahun 2023. The Fed menggeser kebijakan moneter dari kebijakan krisis menjadi kebijakan untuk menahan pasar tetap bertahan sepanjang pandemi lewat pemulihan dalam beberapa tahun. The Fed juga menetapkan target inflasi lebih dari 2% untuk menutup inflasi sebelumnya yang kurang dari target awal 2%. Indeks dollar menguat 0,17% menjadi 93,24.

Dot plot pada FOMC dini hari tadi menunjukkan hanya 3 dari 17 pembuat kebijakan dengan titik di atas kisaran target 0-25 bps pada akhir tahun 2023. The Fed memperkirakan ekonomi akan terkontraksi 3,7% tahun ini, lebih kecil dibandingkan dengan perkiraan penurunan 6,5% sebelumnya. Namun pertumbuhan pada tahun 2021 dan 2022 direvisi lebih rendah menjadi 4% dan 3% dari masing-masing 5% dan 3,5%.

Harga emas naik tipis setelah Federal Reserve memastikan akan mempertahankan suku bunga rendah. Dalam rapatnya kemarin, ketua the Fed Gubernur Jerome Powell mengatakan bahwa pemulihan ekonomi masih berlanjut meski dalam laju yang lambat sehingga perlu dukungan bank sentral dan pemerintah. Tingkat suku bunga rendah menyebabkan yield obligasi dan dolar melemah sehingga meningkatkan daya tarik emas. Harga emas spot naik tipis 0,05% menjadi 1.960 per ons troi.

Harga minyak menguat kemarin, dengan minyak jenis WTI menembus $40 per barel setelah Badai Sally menerjang teluk meksiko. Lebih dari 27% produksi minyak dan gas tutup dikarenakan badai tersebut. Harga minyak juga menguat setelah laporan dari Energy Information Administration (EIA) mengenai turunnya cadangan minyak AS. Badai Sally yang menerjang dekat Gulf Shores, Alabama, menyebabkan 119 produksi di teluk meksiko terganggu, dengan 27,48% dari semua produksi minyak dan 29,70% dari semua produksi gas alam di Teluk terhenti. Faktor lain yang mendorong harga adalah adalah laporan EIA yang menunjukkan penurunan cadangan minyak mentah sebesar 4,4 juta barel untuk minggu lalu. Meski begitu, cadangan masih tetap di atas rata-rata lima tahun karena permintaan terus tertekan. Harga minyak jenis WTI naik 4,78% menjadi $40,11 per barel, sementara minyak Brent naik 4,22% menjadi $42.24.

Tiga indeks utama Wall Street bergerak variatif pada perdagangan hari Rabu setelah hasil FOMC. Dalam rapat kemarin, The Fed menegaskan akan menjaga tingkat suku bunga mendekati nol hingga inflasi bisa menembus target bank sentral lebih dai 2%. Indeks Dow Jones naik 0,13%, namun S&P 500 turun 0,46% dan Nasdaq merosot 1,25% menyusul jatuhnya saham-saham teknologi

Fokus Hari ini: BoE Meeting
Setelah The Fed dan BoJ menggelar rapatnya pagi tadi, giliran Bank of England (BoE) juga akan menggelar rapat tersebut. Suku bunga BoE telah dipangkas menjadi 0,10% di Maret, sebagai upaya menstabilkan ekonomi setelah pandemi Covid-19. Dalam rapatnya nanti, BoE diperkirakan tetap mempertahankan kebijakannya. Namun, pernyataan mengenai negative rate, akan menjadi disimak pasar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*