Dollar AS Rebound Karena Memburuknya Sentimen Risk-On

Dollar AS rebound dari level terendah dalam 2,5 tahun kemarin, karena memburuknya sentimen risk-on dan penurunan saham di Wall Street, dengan investor kecewa atas rilisan data ekonomi AS dan tidak adanya tanda-tanda pada paket stimulus. Data semalam menunjukkan pending home sales AS kembali mengalami kontraksi 1,1% di bulan Oktober, setelah kontraksi 2,0% di bulan sebelumnya. Angka tersebut meleset jauh dari perkiraan pertumbuhan 1,1%. Data lainnya menunjukkan aktivitas di pabrik-pabrik di Midwest dan Texas melambat bulan ini, dengan PMI Chicago turun menjadi 58,2 pada November dari 61,1 pada Oktober, di bawah perkiraan penurunan 59,4. Meski begitu, pelaku pasar masih tetap optimis bahwa pemerintahan AS di bawah Joe Biden akan membawa perubahan positif bagi pertumbuhan global, termasuk kemungkinan dukungan stimulus moneter dari the Fed. Keduanya bisa mengurangi pamor safe haven dollar AS.
Loonie Naik ke Level Tertinggi 3 MInggu
Dolar Kanada menguat ke level tertinggi tiga minggu atas dollar AS pada hari Senin sebelum memangkas beberapa keuntungan, dengan mata uang yang diuntungkan optimisme bulan ini bahwa vaksin COVID-19 akan membantu mengarah pada pemulihan ekonomi global yang lebih kuat. Loonie diperdagangkan 0,2% lebih tinggi pada 1,2970, setelah menyentuh yang level terkuat intraday sejak Oktober 2018 di 1,2923.
Emas Catatkan Penurunan Terburuk Dalam 4 Tahun
Emas merosot ke level terendah dalam lima bulan pada hari Senin dan mencatat penurunan bulanan terburuk dalam empat tahun karena otimisme atas pemulihan ekonomi yang dipicu oleh vaksin, mengikis pamor safe haven atas logam mulia tersebut. Di bulan November emas jatuh 5,3%.

Minyak Turun Tipis Karena Ketidakpastian Pertemuan OPEC+
Minyak turun tipis pada hari Senin di tengah ketidakpastian pembicaraan pelonggaran pemangkasan produksinya pada minggu ini. Koreksi juga terjadi setelah kenaikan bulanan yang besar di November sekitar 27%, yang merupakan kenaikan terbesar sejak Mei di tengah harapan untuk vaksin COVID-19, yang mungkin akan membantu aktivitas ekonomi dan permintaan minyak. Pasar sedang menunggu kesepakatan OPEC+ mengenai apakah akan mengurangi pengurangan pasokan mereka dari 7,7 juta barel per hari (bph) saat ini. Namun, OPEC+ menunda pembicaraan tentang kebijakan produksi minyak 2021 hingga Kamis karena para produsen utama masih dalam ketidaksepakatan tentang berapa banyak minyak yang harus diproduksi di tengah lemahnya permintaan. Rencananya, OPEC+ akan kembali melonggarkan pengurangan produksi sebesar 2 juta bph mulai Januari, namun dengan permintaan yang masih lemah, OPEC+ mempertimbangkan untuk memperpanjang pemangkasan saat ini ke bulan-bulan pertama tahun depan.

Meski Koreksi, Wall Street Catatkan Kenaikan Besar di November
Tiga indeks utama Wall Street terkoreksi di penguhujung perdagangan bulan November. Pelemahan terjadi karena investor melakukan aksi profit taking usai reli tajam dalam beberapa pekan terakhir sebelum libur Thanksgiving. Namun di November, Wall Street mencatatkan kenaikan tajam, dengan indeks S&P 500 menguat 10,8%, indeks Dow Jones melesat 11,9% dan Nasdaq naik 11,8%.

Fokus Hari ini : RBA Meeting, PMI, Powell & Lagarde
Reserve Bank of Australia (RBA) akan menggelar rapatnya hari ini, yang diperkirakan tetap mempertahnakan suku bunga di level 0,10%. Setelah itu, pasar akan disuguhi data PMI manufacturing dari berbagai negara, seperti Jerman, Inggris, serta AS. Beberapa pejabat bank sentral juga akan tampil di publik, seperti Jerome Powell dari the Fed dan Christine Lagarde dari ECB.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*