Dollar AS Terkoreksi 0,1% Pada Hari Selasa

Dollar AS terkoreksi 0,1% pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan setelah kenaikan sesi sebelumnya yang juga menyebabkan aksi jual di saham, sementara kekhawatiran mengenai second wave virus masih berlanjut, serta ketidakpastian menjelang pemilihan AS. Greenback turun atas mata uang terkait sentimen risk-on, seperti seperti euro, sterling, serta mata uang komoditas. Pada hari Senin terlihat adanya aksi jual di pasar saham paling dan reli obligasi, namun aktivitas pasar valuta asing relatif tenang, dengan pergerakan harga terbatas pada hari Selasa. Sementara itu, pemilu AS kian dekat, hasil polling menunjukkan Joe Biden masih unggul atas Presiden AS Donald Trump, tetapi persaingan jauh lebih ketat di negara-negara bagian yang menjadi penentu kemenangan. Pasar juga masih mewaspadai lonjakan virus corona global.

Dolar Kanada (loonie) menguat atas dollar AS pada hari Selasa menyusul kenaikan harga minyak dan investor menunggu keputusan suku bunga dari Bank of Canada. BoC akan menggelar rapatnya dan memperbarui prospek ekonominya hari ini. BoC mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah 0,25% hingga target inflasi 2% tercapai secara berkelanjutan, setidaknya hingga dua tahun.

Harga emas ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa. Kenaikan emas didukung oleh pelemahan dolar AS serta kekhawatiran atas gelombang kedua kasus virus corona baru. Namun reli emas masih tertahan karena fokus investor kini beralih pada pada (pemilu) Presiden AS yang akan digelar minggu depan. Harga emas spot menguat 0,3% menjadi level US$ 1.907,99 per ons troi. Sementara harga emas berjangka AS juga naik 0,3% menjadi US$ 1.911,9 per troi.

Harga minyak menguat Selasa setelah beberapa perusahaan minyak menutup produksi di Teluk Meksiko AS menjelang badai yang mulai mendekat. Namun, kenaikan dibatasi oleh lonjakan infeksi virus korona dan naiknya pasokan Libya. Perusahaan-perusahaan minyak, termasuk BP, Chevron, Shell dan Equinor mengevakuasi rig atau fasilitas tertutup. Sejauh ini produsen telah menutup 16%, atau 294.000 barel per hari (bph) produksi minyak karena badai Zeta. Namun, analis melihat bahwa kenaikan akibat badai tersebut hanya sementara, kekhawatiran mengenai lemahnya permintaan akibat lonjakan kasus virus corona tetap membayangi sentimen. Dari sisi pasokan, produksi Libya akan rebound menjadi 1 juta bph, mempersulit upaya OPEC+ untuk membatasi produksi. Sementara itu, OPEC+ berencana untuk menaikkan produksi sebesar 2 juta barel per hari dari Januari setelah rekor pemotongan produksi tahun ini.

Wall Street bergerak variatif pada akhir perdagangan Selasa. Dua indeks utama mereka, yaitu Dow Jones dan S&P 500 melemah setelah hasil laporan keuangan yang mengecewakan serta pesimisme terkait stimulus virus corona di AS yang dapat disahkan sebelum pemilu. indeks Dow Jones melemah 0,8%, indeks S&P 500 turun 0,30%, Namun Nasdaq berhasil naik 0,64%.

Fokus Hari Ini: BoC, Trade Balance AS, EIA
Hari ini Bank of Canada (BoC) akan menggelar rapatnya. Terakhir, BoC memangkas suku bunga menjadi 0,25% pada bulan Maret. Dengan ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan, BoC diperkirakan tidak akan melakukan perubahan apa pun. Jika para pejabat BoC optimis tentang kondisi ekonomi, dolar Kanada bisa menguat. Selain BoC ada data trade balance dan cadangan minyak AS dari EIA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*