Dollar Jatuh ke Level Terendah Terhadap Yen

Dolar melemah kemarin atas mata uang utama lainnya, dan jatuh ke level terendah dua minggu terhadap yen, karena berita positif tentang vaksin COVID-19 dan berita mengenai kesepakatan merger dan akuisisi mengangkat sentimen di pasar ekuitas global. Saham AS menguat di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pengembangan vaksin COVID-19 dan kesepakatan bernilai miliaran dolar, termasuk berita Oracle yang berhasil memenangkan persaingan untuk mengakuisisi TikTok AS. Produsen obat AstraZeneca kemarin pada hari Senin mengatakan pihaknya melanjutkan uji klinis Inggris terhadap vaksin COVID-19, yang sebelumnya sempat tertunda. Perusahaan tersebut menjadi salah satu yang paling maju dalam pengembangan, membantu reli saham. Indeks dolar turun 0,3% menjadi 93,029, setelah naik dua minggu berturut-turut.

Yen Jepang menguat atas dollar menjelang rapat BoJ minggu ini. Tidak ada perubahan dalam rapat tersebut, namun BoJ mungkin akan ditanyai tentang apakah akan mengikuti sikap inflasi Fed. Di bidang politik, Yoshihide Suga terpilih memimpin partai yang berkuasa di Jepang, yang berarti Rabu nanti ia akan terpilih sebagai perdana menteri, menggantikan Shinzo Abe. Suga telah berjanji untuk melanjutkan kebijakan Abe.

Harga emas naik sekitar 1% kemarin berkat pelemahan dollar AS, serta ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan kebijakan moneter bernada dovishnya dalam rapatnya minggu ini, meningkatkan pamor safe haven. Harga emas spot menguat 0,9% menjadi $1959,64 per ons. Sementara emas berjangka AS naik 1,1% menjadi $1969. Investor kini tengah menantikan rapat FOMC, yang diperkirakan akan dovish.

Harga minyak melemah kemarin di tengah kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global, serta kembalinya produksi minyak Libya. Sementara itu, badai yang terjadi di Teluk Meksiko gagal mengangkat sentimen. Harga minnyak jenis Brent melemah 0,9 menjadi $39,48 per barel. Sementara, harga minyak mentah. Meningkatnya jumlah infeksi virus corona kembali meningkat, memaksa negara-negara menerapkan lockdown, yang menghambat pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu, Badai Sally kembali menerjang teluk meksiko dan mengganggu produksi minyak untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu, setelah badai Laura. Biasanya, harga minyak naik ketika produksi dihentikan. Tetapi dengan pandemi yang semakin parah, maka timbul kekhawatiran permintaan, sementara pasokan global terus meningkat. Di sisi lain, komandan Khalifa Haftar di Libya, berkomitmen untuk mengakhiri blokade fasilitas minyak selama berbulan-bulan, sebuah langkah yang akan menambah lebih banyak pasokan ke pasar.

Tiga indeks utama Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin, terangkat oleh banyaknya aktivitas pembuatan kesepakatan perusahaan dan optimisme terhadap vaksin virus corona. Indeks Dow Jones menguat 1,2%, S&P 500 naik 1,3%,dan Nasdaq melonjak 1,9%. AstraZeneca melanjutkan uji coba fase tiga untuk vaksin virus corona di Inggris setelah penghentian karena masalah keamanan.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan Inggris & ZEW Jerman
Sembari menunggu hasil FOMC minggu ini, pelaku pasar akan terlebih disuguhi beberapa data ekonomi di berbagai negara. Di Asia, China akan merilis data retail sales dan ketenagakerjaan. Kemudian dari Eropa ada data ketenagakerjaan Inggri dan survei ZEW Jerman. Sementara data AS yang akan dirilis antara lain; Indeks manufaktur New York, Capacity Utilization Rate dan industrial production.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*