Dollar kembali melemah

Dolar melemah setelah jatuhnya kepercayaan konsumen memicu kekhawatiran investor tentang kecepatan pemulihan dan mengimbangi data yang menunjukkan penurunan jumlah infeksi baru AS. Indeks dolar AS, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama lainnya, turun 0,22% menjadi 93,88. Data hari Selasa menunjukkan CB consumer confidence secara tak terduga turun menjadi 84,8 bulan ini dari 91,7 pada bulan Juli, meleset dari perkiraan ekonom untuk pembacaan 93. Sementara penurunan diperkirakan tidak akan mempengaruhi konsumsi pada kuartal ketiga, beberapa analis memperingatkan adanya ancaman terhadap pertumbuhan pada kuartal terakhir tahun ini. Penurunan dollar AS terjadi justru setelah menurunnya kasus virus corona di AS dari puncak yang terlihat beberapa minggu lalu. Fokus pasar akan tertuju pada simposium Jackson Hole, yang dimulai hari Kamis nanti.

Euro menguat terhadap dolar kemarin setelah data menunjukkan perbaikan pada iklim bisnis Jerman, dan investor menunggu komentar dari Ketua the Fed Jerome Powell Kamis tentang tinjauan kerangka kebijakan bank sentral AS. IFO Jerman naik di atas perkiraan, meningkatkan harapan bahwa ekonomi terbesar Eropa sedang menuju pemulihan yang kuat setelah dilanda pandemi virus corona.

Harga emas turun untuk keempat kalinya dalam lima hari, sebelum akhirnya mengurangi penurunannya karena dolar mulai terkoreksi di tengah ekspektasi pidato dovish yang akan disampaikan Ketua the Fed Jerome Powell. Sebelumya harga emas juga mengalami penurunan pada hari kemarin. Hal tersebut sejalan dengan lonjakan pasar saham di awal pekan.

Harga minyak naik ke level tertinggi lima bulan kemarin setelah produsen minyak AS menutup sebagian besar produksi lepas pantai di Teluk Meksiko karena Badai Laura. Harga minyak Brent naik 1,6%, menjadi $45,86 per barel, sementara minyak WTI naik 1,7% menjadi $ 43,35. Level tersebut merupakan level tertinggi sejak 5 Maret, sehari sebelum Arab Saudi dan Rusia gagal menyetujui rencana baru untuk memangkas produksi dan sekitar seminggu sebelum WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi. Sementara itu, para produsen AS memangkas produksi minyak mentah menjelang Badai Laura pada tingkat yang mendekati tingkat Badai Katrina tahun 2005 dan juga menghentikan sebagian besar penyulingan minyak di sepanjang pantai Texas/Louisiana. Kemarin, produsen telah mengevakuasi 310 fasilitas lepas pantai dan menutup 1,56 juta barel per hari (bpd) produksi minyak mentah, 84% dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko, mendekati 90% penutupan yang disebabkan Katrina 15 tahun lalu.

Tiga indeks utama Wall Street bergerak variatif kemarin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite kembali mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan kemarin. Kabar positif hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China serta perkembangan vaksin corona menjadi penyokong Wall Street. Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,21% menjadi 28.248,44.

Fokus Hari ini: Durable Goods Orders AS & EIA
Tidak banyak data ekonomi yang dirilis hari ini, investor sepertinya akan bersikap hati-hati untuk masuk pasar menjelang event simposium Jackson Hole. Meski begitu, ada beberapa data AS yang layak dicermati untuk hari ini. Data yang pertama adalah durable goods orders, yang diperkirakan tumbuh 4,4% di Juli, melambat dari bulan sebelumnya sebesar 7,6%. Kemudian data cadangan minyak dari EIA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*