Dollar Kikis Pelemahan Setelah Sempat Jatuh ke Level Terendah 2 Tahun

Dolar mengurangi kerugian pada hari Selasa setelah sempat jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun terhadap euro. Namun, greenback tetap melemah karena investor mempertimbangkan kemungkinan penambahan stimulus fiskal AS.Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell pada hari Selasa menolak untuk meningkatkan pembayaran bantuan COVID-19 menjadi $ 2.000, namun dia menyarankan Senat untuk mempelajari masalah tersebut. Indeks dolar turun 0,28% atas mata uang utama dunila lainnya menjadi 89,99. Level tersebut tepat di atas level terendah dua setengah tahun di 89,72, yang dicapai pada 17 Desember. Perdagangan tipis dengan banyak investor keluar antara liburan Natal dan Tahun Baru. Beberapa analis melihat bahwa prospek dolar masih bearish, dipicu oleh kebijakan suku bunga rendah the Fed.

Euro dan Sterling Kompak Menguat
Euro melanjutkan penguatan kemarin, didukung oleh kesepakatan Brexit minggu lalu. Meskipun perjanjian tersebut tidak komprehensif, perjanjian tersebut mampu menghindari no-deal Brexit. Sedangkan Sterling naik 0,33% menjadi $ 1,3500 setelah penurunan dua hari. Sterling merailh level $1,3625 bulan ini, tertinggi sejak Mei 2018. Namun, investor taking profit setelah kesepakatan perdagangan Brexit dibuat.
Didukung Prospek Stimulus, Emas Menguat
Emas menguat pada kemarin karena prospek tambahan stimulus AS mendukung daya tarik emas dan membebani dolar, dengan anggota parlemen Washington siap membahas permintaan Presiden Trump untuk stimulus yang lebih besar minggu ini. Harga emas naik 0,3% menjadi $1,877.51 per ounce. Emas naik sebanyak 1,3% pada hari Senin setelah Trump menandatangani paket stimulus bernilai $ 2,3 triliun.

Minyak Naik Berkat Harapan Penambahan Stimulus
Harga minyak naik pada Selasa di tengah harapan AS akan menambah stimulus pandemi, sebuah langkah yang dapat memacu permintaan bahan bakar dan merangsang pertumbuhan ekonomi. DPR AS yang dikuasai Partai Demokrat memilih untuk memenuhi permintaan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan pembayaran bantuan COVID-19 langsung kepada orang Amerika yang menderita pandemi menjadi $2.000. Namun, masih belum jelas apakah Senat Republik AS juga akan mendukung langkah tersebut. Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell pada hari Selasa menolak seruan dari Demokrat agar Senat menyetujui peningkatan bantuan stimulus, meskipun dia mengatakan Senat akan mempelajari masalah tersebut minggu ini. Meski begitu, penguatan minyak terbatas karena kekhawatiran mengenai varian baru virus di Inggris yang telah menyebabkan penerapan kembali pembatasan pergerakan, memukul permintaan jangka pendek dan membebani harga, sementara rawat inap dan infeksi melonjak di beberapa bagian Eropa dan Afrika.

Wall Street Terkoreksi Setelah Senat Enggan Tambah Stimulus
Wall Street terkoreksi pada perdagangan Selasa, setelah mencapai rekor pada sesi sebelumnya. Pasar mengkhawatirkan tentang apakah senat AS akan mengesahkan tambahan anggaran bantuan pandemi Covid-
19. Indeks Dow Jones melemah 0,22%, indeks S&P 500 turun 0,22%, dan Nasdaq Composite jatuh 0,38%. Langkah Pemimpin Mayoritas McConnell untuk tidak mendukung pencairan $ 2.000 membebani sentimen.

Fokus Hari ini : Chicago PMI, Pending Home Sales AS & EIA
Menjelang libur Tahun Baru, ada beberapa data ekonomi yang akan dirilis hari ini. Data-data tersebut antara lain; Chicago PMI untuk figur bulan ini, yang diperkirakan tumbuh melambat menjadi 57 dari sebelumnya 58,2. Kemudian pending home sales, yang diperkiran stagnan di 0,0% di November, namun lebih baik dari bulan sebelumnya minus 1,1%. kemudian ada data cadangan minyak dari EIA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*