Dollar Lengser Dari Level Tertinggi Dua Bulan Jelang Debat Capres AS

Dollar AS turun dari level tertinggi dua bulan karena aksi profit taking dan antisipasi menjelang debat pertama antara Presiden AS Donald Trump dan rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden. Mata uang AS tersebut jatuh ke posisi terendah satu minggu terhadap euro dan franc Swiss, dan turun terhadap mata uang komoditas seperti dollar Australia dan Selandia Baru serta crown Norwegia. Menambah tekanan ke dollar, data consumer confidence AS yang naik melebihi perkiraan membuat investor merasa lebih percaya diri untuk keluar dari mata uang safe-haven. Consumer confidence AS naik menjadi 101,8 di September, lebih baik dari perkiraan kenaikan 90,0. Sementara itu, debat capres AS sangat ditunggu pasar karena secara ekonomi kedua kandidat memiliki visi yang berbeda. Indeks dollar melemah 0,3% menjadi 93,879.

Euro menguat atas sejumlah mata uang lainnya, naik 0,6% terhadap dollar menjadi $1,1737, setelah mencapai level tertinggi satu minggu. Mata uang tunggal Eropa tersebut juga naik ke level tertinggi dua minggu terhadap yen pada 124,04 yen, naik 0,8%. Penguatan euro terjadi di saat para pejabat ECB semakin terpecah tentang bagaimana mengarahkan ekonomi Eropa melalui gelombang kedua infeksi COVID-19.

Harga emas naik ke level tertinggi satu minggu kemarin berkat pelemahan dollar dan harapan stimulus fiskal tambahan guna dorong ekonomi AS kembali muncul jelang debat presiden AS yang pertama. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa dia berharapa memiliki kesepakatan bantuan virus corona dengan Gedung Putih minggu ini, setelah berbicara dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Emas spot naik 0,9%.

Harga minyak mengalami penurunan karena masih dibayangi mengenai kekhawatiran lonjakan kasus virus corona di dunia, meski laporan American Petroleum Institute (API) menyatakan adanya penurunan pada cadangan minyak AS. Reuters mencatat bahwa saat ini ada lebih dari satu juta orang telah meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia pada hari Selasa. Dengan peningkatan kasus corona baru di AS dan Eropa akan membatasi potensi kenaikan untuk harga minyak. Peningkatan jumlah kasus virus korona di seluruh dunia merupakan faktor yang dapat menyebabkan penurunan pergerakan dan aktivitas industri di seluruh dunia, dan pada akhirnya bisa menurunkan permintaan minyak. Sementara itu, API pagi tadi pagi melaporkan turunnya cadangan minyak sebesar 831 ribu barel minggu lalu, lebih kecil dari perkiraan penurunan 2,325 juta barel. Penurunan cadangan ini diimbangi dengan adanya kenaikan pada cadangan bensin, yang naik 1,623 juta barel, lebih besar dari perkiraan kenaikan sebesar 648 ribu barel.

Tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa, sekaligus menghentikan reli tiga hari berturut-turut karena investor memilih keluar dari pasar saham menjelang debat perdana calon presiden Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar akan mencermati isi debat tersebut dan memilih mengamankan portofolionya. Indeks Dow Jones turun 0,48%, S&P 500 melemah 0,48% dan indeks Nasdaq tergelincir 0,29%.

Fokus Hari Ini: Laggarde, ADP, PDB Kanada & AS
Serangkaian data ekonomi, serta komentar pejabat bank sentral akan kembali mewarnai pasar keuangan hari ini. Dimulai dari Asia, China akan merilis data PMI, disusul data retail sales Jerman dari Eropa. Masih dari Eropa, Inggris akan merilis PDB. Kemudian dari AS, juga ada data PDB dan ADP. Sementara peejabat bank sentral yang akan tampil di publik diantaranya Andy Haldane (BoE) dan Christine Lagarde (ECB).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*