Dollar Masih Berada di Level Terendah 2,5 Tahun Karena Ekspektasi Stimulus AS

Dolar jatuh ke level terendah baru 2,5 tahun pada hari Rabu, terbebani oleh ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut Amerika Serikat (AS). Namun, pelemahan dollar terbatas karena ada perbedaan pendapat di Kongres mengenai bantuan tambahan virus corona. Partai Republik mendukung apa yang dianggap oleh para pendukung Partai Demokrat sebagai “proposal partisan yang tidak memadai.” Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa Presiden Donald Trump mendukung proposal yang diajukan oleh Pemimpin Mayoritas Republik Mitch McConnell setelah yang terakhir pada hari Selasa menolak paket bipartisan senilai
$908 miliar. Selama berbulan-bulan, McConnell telah mendorong rencana $500 miliar yang ditolak oleh Partai Demokrat karena dianggap tidak cukup. Para pemimpin Demokrat mengatakan bahwa rencana bantuan virus korona bipartisan harus menjadi dasar untuk negosiasi segera di Kongres AS.
Loonie Menguat Berkat Naiknya Harga Minyak, Vaksin
Dolar Kanada naik tipis atas greenback karena naiknya harga minyak di tengah harapan bahwa para produsen minyak utama akan mempertahankan batas produksi tahun depan dan prospek vaksin virus corona, yang mendorong sentimen investor. Loonie naik 0,1% menjadi 1,2922, setelah menyentuh level intraday terkuatnya sejak Oktober 2018 di 1,2916.
Emas Menguat Berkat Harapan Stimulus, Pelemahan Dollar
Emas naik ke level tertinggi lebih dari satu minggu hari Rabu berkat prospek paket bantuan virus korona AS, yang mendorong daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap kemungkinan inflasi. Selain itu, pelemahan dollar ke level terendah beberapa tahun turut mendorong harga. Spot emas naik 0,7% di $ 1,827.63.

Minyak Menguat Setelah Persetujuan Vaksin Inggris, OPEC+
Harga minyak menguat pada hari Rabu setelah persetujuan Inggris atas vaksin COVID-19 mendorong harapan untuk pemulihan permintaan bahan bakar. Inggris menjadi negara Barat pertama yang menyetujui vaksin COVID-19, mendahului AS dan Uni Eropa dalam kemungkinan kembali ke kehidupan normal dan pemulihan permintaan minyak. Berita vaksin menjadi faktor bullish buat minyak karena berkaitan dengan pulihnya permintaan bahan bakar. Harga minyak juga menguat berkat ekspektasi bahwa negara-negara produsen akan mempertahankan batas produksi tahun depan. Para trader saat ini sedang menunggu rapat OPEC+, yang seharusnya berlangsung hari Selasa, dundur menjadi Kamis. Diperkirakan OPEC+ masih akan mempertahankan pemangkasan output pada level 7,7 juta barel per hari (bph) hingga Januari-Maret 2021 di tengah lonjakan baru dalam kasus COVID-19. Di awal pekan, Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan akan berjuang untuk melanjutkan pengurangan produksi yang dalam hingga 2021.

Wall Street Variatif di Tengah Beragamnya Sentimen.
Wall Street bergerak variatif di tengah sentimen yang beragam pada hari Rabu. Investor mempertimbangkan optimisme perkembangan vaksin dan potensi paket fiskal virus corona terhadap laporan pekerjaan swasta yang suram. Indeks S&P 500 naik ke rekor penutupan, menguat 0,18%, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,2%, namun Indeks Nasdaq melemah tipis 0,05%.

Fokus Hari ini : OPEC+ Meeting, Jobless Claims & Service PMI AS
OPEC+ akan kembali menggelar rapatnya untuk kedua kali, setelah pada hari Senin gagal mencapai kesepakatan. Dalam rapatnya nanti, mereka akan membahas mengenai berapa produksi minyak yang akan dipasok ke pasar. Jika ada pembahasan mengenai pelonggaran pemangkasan output, mungkin akan menenkan harga. Selain OPEC+, fokus lainnya ada data Jobles claims dan service PMI AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*