Dollar Masih Tertekan Karena Yield, Fokus Ke FOMC

Dollar melemah terhadap major currencies pada perdagangan Jumat lalu, menjadikan penurunan mingguan ketiga kali berturur-turut. Meski data penjualan ritel AS cukup baik, ternyata hal itu tidak cukup untuk mengangkat dollar. Pasar masih lebih terfokus pada pergerakan yield obligasi AS yang volatile akhir-akhir ini karena isu kenaikan pajak. Untuk minggu ini, pergerakan dollar akan dipengaruhi oleh FOMC dan data PDB AS kuartal I 2021. Indeks dollar turun 0,8% minggu lalu.

Euro Melaju Berkat Data PMI
Euro mencatat penguatan signifikan akhir pekan lalu berkat data indeks PMI yang mengindikasikan tanda- tanda pemulihan ekonomi blok mata uang tersebut. Indeks PMI Komposit dari IHS naik ke 53,7 di April, yang merupakan level tertinggi dalam 9 bulan, dari 53,2 di Maret. Namun mengingat masih dalam tahap awal pemulihan pasca pandemi, aktivitas belum berjalan dalam kapasitas penuh. Apalagi ECB belum menunjukkan indikasi ada mengurangi kebijakan akomodatif. Even penting minggu ini adalah data inflasi dan ketenagakerjaan Jerman. Euro menguat 0,5% Jumat lalu, mencatat penguatan mingguan tiga kali dan berhasil menembus MA 100.
Emas Masih Tertahan di Bawah $1800
Sepanjang minggu lalu, harga emas terjebak dalam range yang sempit di saat pasar menantikan rapat the Fed sembari memantau pergerakan yield obligasi AS. Pasar menyambut baik rilis data ekonomi AS yang menunjukkan stabilnya pemulihan, menjadi faktor yang menekan emas. Namun di sisi yield obligasi AS turun ke level terendah dalam 1 bulan. Pergerakan emas minggu ini akan dipengaruhi oleh FOMC meeting dan fluktuasi yield Treasury. Posisi harga masih di bawah MA 100 di $1803 per troy ons, penembusan level tersebut membuka peluang menuju $1820-1830.
Minyak Naik Tipis, Dibayangi Isu Demand
Minyak naik akhir pekan lalu berkat prospek meningkatnya permintaan China di tengah pemulihan ekonomi. Namun lajunya tertahan karena berita meningkatnya kasus Covid yang tajam di India. Import minyak mentah China sepanjang kuartal pertama 2021 tumbuh 19% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sayangnya, laju harga terhambat karena meningkatnya kasus penularan Covid di India. Lonjakan Covid diprediksi dapat menghambat pemulihan ekonomi di India. China adalah konsumen minyak terbesar kedua dunia setelah AS, sedangkan India terbesar ketiga.
Data & Ekspektasi Earnings AS Angkat Wall Street
Wall Street menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan hasil positif, didukung oleh data ekonomi AS dan laporan keuangan korporat. Data penjualan ritel dan indeks PMI AS mengangkat sentiment investor. Kemudian sentiment terjaga menjelang laporan keuangan beberapa perusahaan raksasa AS.Minggu ini, Microsoft, Apple, Amazon, Tesla Facebook dan Alphabet akan mengumumkan earningsnya. Sejauh ini, 80% perusahaan dalam indeks S&P500 mengumumkan earnings yang di atas ekspektasi. Indeks Dow Jones menguat 0,7% dan indeks S&P 500 naik 1%.

Fokus Hari ini : FOMC, Big Tech Earnings
Ada beberapa even penting yang terjadwal minggu ini, dengan focus utama FOMC Meeting yang diikuti oleh keterangan dari sang ketua Jerome Powell. Di Jumat nanti, focus tertuju ke data PDB AS kuartal I 2021. Selain itu, raksasa teknologi AS seperti Microsoft, Apple dan Alphabet akan mengumumkan laporannya.
.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*