Dollar melemah atas mata uang utama dunia lainnya

Долларовые купюры в Торонто 22 октября 2008 года. Курс доллара снижается, потому что нежелание рисковать заставляет инвесторов покупать иену. REUTERS/Mark Blinch

Dollar melemah atas mata uang utama dunia lainnya minggu lalu setelah dalam kerangka kebijakan barunya the Fed menyarankan agar suku bunga tetap rendah. Penurunan terjadi setelah pernyataan ketua the Fed Jerome Powell di konferensi virtual Jackson Hole yang menyatakan bahwa bank sentral akan berusaha menjaga inflasi pada rata-rata 2%. Jadi, bahwa inflasi yang terlalu rendah kemungkinan besar akan diikuti oleh upaya untuk mengangkat inflasi di atas 2% dalam beberapa waktu. Karena inflasi telah turun 2% selama bertahun-tahun, strategi tersebut memberi sinyal bahwa pembuat kebijakan Fed bahkan tidak akan berpikir untuk menaikkan suku bunga sampai inflasi melampaui target 2% mereka untuk beberapa waktu. Dengan demikian suku bunga rendah masih tetap dijalankan untuk waktu yang lebih lama, dan menekan dollar AS. Selama Sepekan indeks dollar melemah sekitar 1% pada kisaran 92.27

Yen menguat secara signifikan terhadap dolar setelah berita bahwa Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe akan mundur dari jabatannya karena kesehatan yang memburuk. Investor khawatir bahwa mundurnya Abe akan memberikan mempengaruhi pergeseran kebijakan ekonomi ekspansif, yang dikenal sebagai Abenomics. Kekhawatiran tersebut kemudian mendorong pergerakan di mata uang safe haven.

Harga emas melonjak lebih dari 2% Jumat lalu dan mencatat penguatan mingguan pertama dalam dalam tiga pekan terakhir berkat pelemahan dollar AS. Harga emas semakin bersinar setelah pernyataan ketua the Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole yang memperkuat ekspektasi suku bunga rendah untuk jangka waktu lama. Selama sepekan, harga emas berjangka AS naik 1,4% dan emas spot naik 1,3%.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI), yang diperdagangkan di New York dan menjadi patokan untuk minyak mentah berjangka AS, melemah 0,2%, menjadi $42,96 per barel pada hai Jumat, namun secara mingguan masih mencatatkan penguatan 1,5%. Sementara Brent yang diperdagangkan di London, yang menjadi patokan harga minyak global, naik 0,6%, menjadi $45,87, mencatatkan penguatan mingguan 1,6%. Kenaikan harga minyak didukung oleh Badai yang melanda wilayah AS. Laura, badai AS terkuat dalam lebih dari satu setengah abad, terjadi antara Texas timur dan Louisiana barat sebagai badai Kategori 4 pada dini hari Kamis sebelum berubah menjadi badai tropis. Selain kehilangan sedikitnya enam nyawa dan harta benda yang tak terhitung jumlahnya, badai itu juga melanda Danau Charles di Louisiana di mana kilang minyak Citgo 769.000 barel per hari berada. Sentimen minyak juga terangkat setelah EIA melaporkan cadangan minyak AS turun 4,7 juta barel minggu lalu, lebih besar dari ekspektasi penurunan 3,4 juta barel.
berada.

Rangkaian penguatan saham yang hampir tak terputus minggu lalu membawa Nasdaq dan S&P 500 ke rekor penutupan baru, dan membuat indeks Dow Jones berbalik menguat di tahun ini setelah dilanda aksi jual bulan Maret. Sentimen risk on meningkat setelah pernytaan ketua the Fed Jerome yang masih menjalankan kebijakan akomadatif, serta beita positif mengenai perkembangan vaksin Covid-19.

Fokus Minggu ini: RBA Meeting dan Data Ketenagakerjaan AS
Ada beberapa data dan event yang kemungkinan akan menjadi penggerak bagi pasar keuangan di minggu ini. Di mulai dari Asia, RBA akan menggelar rapatnya, yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan. Disusul beberapa data penting, seperti ISM manufacturing dan data ketengakerjaan AS. Kemudian ada beberapa pejabat the Fed yang akan berkomentar, seperti John William dan Loretta Mester.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*