Dollar Melemah Dan Pasar Saham Global Naik

Dollar melemah dan pasar saham global naik pada Selasa di tengah ekspektasi stimulus yang lebih besar jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden AS melawan Presiden Donald Trump. Dolar tergelincir karena anggapan bahwa kemenangan Biden akan melemahkan greenback. Biden diharapkan dapat meningkatkan pengeluaran stimulus dan tidak terlalu agresif dalam perdagangan, yang akan mengangkat mata uang terkait pertumbuhan dan melemahkan greenback. Biden telah memimpin kuat dalam pemilihan nasional, namun Trump cukup dekat di negara bagian yang mungkin untuk mendapatkan 270 suara Electoral College yang diperlukan untuk mempertahankan kursi kepresidenan. Indeks dollar melemah 0,6% menjadi 93,94.

Ausie menguat atas dollar AS meski RBA pangkas suku bunga dan melanjutkan program pembelian asset. Dalam rapatnya kemarin, RBA suku bunga mendekati nol menjadi 0,1% dan meningkatkan rencana pembelian obligasi untuk membantu pemulihan ekonomi dari penurunan terburuk negara itu dalam satu generasi. RBA mengatakan akan membeli obligasi pemerintah senilai A$100 miliar ($70,4 miliar) dengan jangka waktu sekitar 5 hingga 10 tahun selama enam bulan ke depan.

Harga emas naik pada hari Selasa karena pelemahan dolar tergelincir dan ketidakpastian mengenai hasil pilpres AS mendorong investor untuk mencari perlindungan dari logam safe-haven. Emas mendapat dukungan dari dolar yang lemah, karena investor bertaruh pada kemenangan oleh Biden, yang berpotensi menyuntikkan stimulus lebih besar ke dalam ekonomi yang dilanda virus.

Harga minyak naik hampir 2% pada hari Selasa, bersamaan dengan pasar keuangan lainnya, meskipun para trader bersiap menghadapi volatilitas yang tinggi yang tergantung pada hasil pilpress dan karena melonjaknya kasus virus korona di seluruh dunia, memicu kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar. Kenaikan harga minyak terjadi menjelang data yang diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah AS naik 900.000 barel pekan lalu setelah naik 4,3 juta barel pada pekan sebelumnya. Hasil pemilu akan terlihat hari Rabu, namun analis mengatakan bahwa jika Partai Demokrat mampu memenangkan pemilu, maka akan mengarah pada paket stimulus yang lebih besar. Hal itu akan berdampak positif bagi pasar minyak. Dollar AS yang lemah juga berdampak positif di tengah taruhan bahwa Biden akan menang. Sementara itu, ancaman lockdown baru dapat menekan permintaan energi setelah Italia, Norwegia, dan Hungaria memperketat pembatasan Covid-19. Minyak Brent naik 1,9% menjadi $39,71 dan WTI naik 2,3% menjadi $37,66.

Tiga indeks utama Wall Street ditutup naik tajam pada perdagangan, dengan investor berharap pemenang yang jelas akan muncul dari pilpres AS dan hasil yang tertunda atau diperebutkan, akan dihindari. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,1%. Indeks S&P 500 naik 1,8% dan Nasdaq Composite naik 1,9% menjadi 11.160,57. Indeks S&P 500 mencatatkan kinerja terbaik kedua pada Hari Pemilihan Presiden.

Fokus Hari Ini: US Election Result & Service PMI
Sembari menunggu hasil akhir pemilihan presiden, pelaku pasar juga akan disuguhi data PMI sektor jasa di beberapa negara. Setelah di awal minggu data yang menunjukkan aktifitas manufaktur tumbuh di beberapa negara, kali ini pasar ingin melihat apakah sektor jasa juga menunjukkan perbaikan. Inggris dan AS diperkirakan masih mencatatkan pertumbuhan di sektor ini, namun Uni Eropa masih terkontraksi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*