Dollar Memangkas Kerugian, EUR/USD Menguat.

Dolar memangkas kerugiannya dan diperdagangkan mendekati tertinggi hariannya kemarin karena investor terus mengurangi posisi bearish-nya, bahkan ketika meningkatnya ekspektasi bahwa ketua the Fed Jerome Powell akan terus menegaskan kembali dukungan untuk pelonggaran moneter lebih lanjut. Indeks dolar AS, yang mengukur bobot dollar AS atas mata uang utama dunia lainnya, melemah 0,08% menjadi 93.67. Para spekulan mengurangi posisi bearish mereka atas greenback untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu, menurut data Commodity Futures Trading Commission. Nilai net short dolar turun menjadi $ 31,56 miliar pada pekan pekan lalu, dari net short $ 32,12 miliar di minggu sebelumnya. Berkurangnya posisinya net short tersebut terjadi menjelang pernyataan Powell mengenai pandangan kebijakan bank sentral AS di simposiun Jackson Hole, Wyoming.

EUR/USD menguat kemarin, naik 0,1% menjadi 1,1802, tetapi mata uang tunggal Eropa tersebut menjauh dari level tertinggi dua tahun atas dolar yang dicapai minggu lalu menyusul data sektor manufaktur dan jasa Eropa yang mengecewakan, yang dirilis pada hari Jumat, dengan di latar belakangi oleh meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Harga emas melemah kemarin karena optimisme bahwa otorisasi AS yang akan menggunakan perawatan plasma darah untuk Covid-19 telah membebani selera safe-haven. Selain itu, penguatan dollar turut menekan harga. Tetapi penurunan emas mampu dibatasi oleh kekhawatiran bahwa Ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan pandangan yang pesimis terhadap ekonomi AS pada hari Kamis.

Harga minyak mentah naik tipis pada kemarin di tengah optimisme otorisasi AS atas perawatan plasma darah untuk Covid-19. Tetapi kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran tentang dampak pada permintaan dari dua badai yang menerjang menuju Pantai Teluk yang memaksa penutupan sektor minyak. Keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menggunakan plasma kaya antibodi dari pasien yang pulih dipuji oleh Trump. Sementara itu, sekitar 82,4% dari produksi minyak lepas pantai AS ditutup karena karena badai kembar Marco dan Laura. Biasanya, saat pasokan ketat, pemadaman listrik yang disebabkan oleh musim badai AS dapat mendorong harga energi lebih tinggi secara tajam. Tetapi dengan permintaan bahan bakar yang dipertanyakan karena pandemi virus corona, dampaknya minimal. Analis melihat bahwa kerusakan yang ditimbulkan pada infrastruktur tidak teralu parah. Harga minyak WTI naik 0,7%, menjadi 42,62 per barel dan Brent menguat 1,8%, pada $ 45,13.

Tiga indeks utama Wall Street kembali menguat kemarin, bahkan indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh rekor penutupan perdagangan tertinggi. Penguatan terjadi setelah Food and Drug Administration (FDA) AS mengeluarkan otorisasi darurat untuk penggunaan plasma dari pasien yang telah sembuh sebagai opsi perawatan, meski WHO meragukan perawatan tersebut.

Fokus Hari ini: CPI Jepang & Jerman, Consumer Confidence AS
Serangkaian data ekonomi akan kembali mewarnai pergerakan pasar keuangan hari ini. Di mulai dengan data CPI Jepang di Asia, yang kemudian dilanjut CPI Jerman di Eropa. Masih dari Eropa, Jerman juga akan merilis sentimen bisnis IFO. Kemudian dari AS, ada data consumer confidence, serta penjualan rumah baru.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*