Dollar Menguat Kembali Setelah Sempat Jatuh

Richard Clarida Mengantisipasi Kenaikan Suku Bunga pada 2023

Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral kemungkinan akan mencapai target ekonominya pada akhir tahun depan dan mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023. Sementara dia mengatakan pasar pekerjaan masih harus pulih, Clarida mencatat bahwa inflasi sedang memenuhi dan melampaui target 2% Fed. Komentar bullish dari Clarida berhasil mengangkat dolar AS.

Dollar Menguat Setelah Sempat Jatuh

Dolar mempertahankan kenaikan pada hari Rabu setelah sempat turun karena pasar berfokus pada komentar salah satu pejabat The Fed yang menyarankan bahwa bank sentral dapat mengurangi stimulus untuk perbaikan ekonomi lebih cepat daripada yang diperkirakan. Komentar bullish pada ekonomi AS oleh Wakil Ketua Fed Richard Clarida, memicu rebound pada imbal hasil Treasury AS dan mengalihkan perhatian pasar dari rilis data ADP, yang secara tak terduga lemah yang telah mendorong dolar turun. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP dipandang sebagai pertanda kemungkinan melemahnya NFP Juli yang akan dirilis pada hari Jumat. Namun, data lainnya menunjukkan aktivitas sektor jasa AS melonjak ke rekor tertinggi pada bulan Juli. Data NFP hari Jumat akan menjadi katalis besar berikutnya untuk nilai tukar, diikuti oleh komentar yang diharapkan pada simposium bank sentral pada akhir bulan ini di Jackson Hole, Wyoming.

Emas Gagal Pertahankan Gain Karena Komentar Hawkish Clarida, Data Service PMI

Emas gagal mempertahankan kenaikan awal pada hari Rabu setelah komentar dari pejabat tinggi The Fed dan data aktivitas industri jasa AS mengalihkan kekhawatiran kembali ke The Fed yang berpotensi mengurangi pembelian aset di akhir tahun. Spot emas naik tipis 0,1% pada $1,811,38, setelah sempat melonjak 1% di awal sesi, didukung data pekerjaan ADP yang lebih lemah dari perkiraan.

Minyak Melemah Setelah Data EIA dan Kekhawatiran Penyebaran Varian Delta

Harga jatuh ke level terendah dalam dua minggu hari Rabu setelah data yang menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS, serta kekhawatiran penyebaran virus corona varian Delta akan membebani permintaan energi global. Harga minyak Brent turun 2,8% ke US$70,38 per barel, sementara WTI AS anjlok 3,4% menjadi US$ 68,15. Data EIA menunjukkan, stok minyak mentah AS naik 3,6 juta barel. Sedangkan persediaan bensin turun lebih besar dari perkiraan, yaitu mencapai 5,3 juta barel. Sementara itu, kasus virus corona di seluruh dunia melampaui angka 200 juta pada hari Rabu, karena varian Delta yang lebih menular mengancam  daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah dan mengganggu sistem perawatan kesehatan. AS dan China, dua konsumen minyak terbesar di dunia, sedang bergulat dengan penyebaran cepat dari varian Delta. Ini diantisipasi oleh para analis, dapat membatasi permintaan bahan bakar pada kedua negara itu.

Wall Street Variatif Setelah Data ADP AS

Wall Street bergerak variatif pada penutupan perdagangan Rabu, dengan sebagian besar indeks ditutup melemah. Pelemahan pada indeks Dow Jones dan S&P 500 terjadi setelah data terbaru mengisyaratkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan pada bulan Juli. Indeks Dow Jones Industrial turun 0,92% ke 34.792,67, S&P 500 melemah 0,46% menjadi 4.402,66. Sedangkan Nasdaq menguat 0,13% ke 14.780,53.

Fokus Hari ini: BoE Meeting

BoE akan menggelar rapatnya, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku buga di 0,1%. Fokus pasar akan tertuju pada voting anggota MPC mengenai program pembelian aset senilai £895 miliar. Komposisi voting diperkirakan 8 anggota MPC tetap mempertahankan program pembelian asetnya dan 1 menyarankan tapering. Namun, dengan Inggris yang sudah melakukan reopening, bisa saja merubah komposisi tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*