Dollar Menguat Setelah ECB Meeting, Data Jobless Claims

Dolar AS naik terhadap mata uang utama pada hari Kamis karena berita ekonomi positif kontras dengan komentar dari Bank Sentral Eropa (ECB) bahwa perlembatan di zona euro masih memerlukan dukungan dari pembelian obligasi saat ini. Langkah itu diperkuat pada oleh senrimen risk-off, ketika berita yang menyebutkan bahwa Presiden AS Joe Biden akan mengusulkan hampir dua kali lipat pajak atas capital gain untuk orang-orang yang berpenghasilan lebih dari $1 juta. Indeks naik 0,2% atas mata uang utama dunia lainnya setelah pasar menyaring pernyataan ECB dan data klaim pengangguran AS yang jatuh ke level terendah 13 bulan. Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa pembuat kebijakan belum membahas penghentian program pembelian obligasi “karena prematur.” Dia mengatakan ekonomi masih “diliputi oleh ketidakpastian” meskipun ada tanda-tanda perbaikan dan kemajuan dengan vaksinasi.
Loonie Flat Karena Sentimen Risk-On Memudar, Diimbangi Sikap Hawkish BoC
Dolar Kanada flat pada hari Kamis di tengah menurunnya risk appetite, diimbangi oleh sikap Bank of Canada (BoC) yang lebih hawkish. Loonie diperdagangkan hampir tidak berubah pada 1,2500 atas greenback. Pada hari Rabu, dolar Kanada menyentuh level terkuatnya dalam satu bulan di 1,2455 setelah BoC mengisyaratkan pihaknya bisa mulai menaikkan suku bunga pada akhir 2022.
Emas Turun Karena Penguatan Dolar AS
Harga emas jatuh 1% pada hari Kamis, turun dari level tertinggi dua bulan, setelah dolar AS menguat. Harga spot emas turun 0,7% menjadi $ 1,781.46 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak 25 Februari di
$1.797,67. Sementara emas berjangka AS turun 0,6% menjadi $1.782. Dolar naik 0,2%, membuat emas lebih
mahal bagi pemegang lainnya, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik ke 1,587%.
Minyak Naik Tipis di Tengah Beragamnya Sentimen
Harga minyak sedikit berubah pada hari Kamis karena kekhawatiran atas produksi minyak mentah yang lebih rendah di Libya mengimbangi ekspektasi bahwa meningkatnya kasus virus korona di India dan Jepang akan menyebabkan permintaan energi menurun. Minyak Brent dan WTI masing-masing naik tipis 0,1%. Libya mengatakan produksi minyaknya turun menjadi sekitar 1 juta barel per hari dalam beberapa hari terakhir dan bisa turun lebih jauh karena masalah anggaran. India, pengguna minyak terbesar ketiga di dunia, pada Kamis melaporkan kenaikan harian tertinggi di dunia hingga saat ini dengan 314.835 kasus virus korona baru. Kilang Indian Oil Corp Ltd beroperasi pada sekitar 95% dari kapasitas mereka, turun dari 100% pada waktu yang sama bulan lalu. Jepang, importir minyak nomor 4 dunia, diperkirakan akan mengumumkan gelombang ketiga penguncian yang mempengaruhi Tokyo dan tiga prefektur barat.

Wall Street Anjlok Karena Rencana Pajak Biden
Bursa Wall Street anjlok di akhir perdagangan Kamis setelah rencana Presiden Joe Biden untuk melipatgandakan pajak capital gain, mendorong aksi ambil untung menjelang laporan laba perusahaan teknologi pekan depan. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,94% atau 321.41 point menjadi 33.815,9, S&P 500 kehilangan 0,92% pada 4.134,98, dan Nasdaq Composite turun 0,94% menjadi 13.818,41.

Fokus Hari ini : PMI Global
Hari ini akan dirilis data PMI global, baik sektor manufaktur maupun jasa. Data tersebut akan menunjukkan seberapa sehat kondisi ekonomi di setiap negara. Aktifitas manufaktur di berbagai negara masih menunjukkan pertumbuhan. Namun untuk sektor jasa, beberapa negara di Eropa masih mengalami kontraksi. Service PMI di zona euro diperkirakan masih kontraksi 49.1.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*