Dollar Rebound dari Level Terendah

Dollar Rebound dari level terendah dua tahun dan ditutup menguat 0,57% pada 92.82 minggu lalu. Penguatan dollar terjadi menyusul membaiknya data-data ekonomi AS, seperti ISM manufacturing yang naik menjadi 56,0 di Agustus, dari 54,2 di bulan sebelumnya. Indeks dollar bahkan sempat reli ke level tertinggi satu minggu setelah data ketenagakerjaan, namun kemudian terkikis penguatannya setelah bursa saham AS pulih. Non-farm payroll AS tumbuh 1,371 ribu di Agustus, lebih rendah dari perkiraan 1,7375. Sementara data bulan Juli direvisi turun menjadi 1,734 ribu. Namun begitu, tingkat pengangguran turun menjadi 8,4% dari bulan sebelumnya 10,2%, dan diatas perkiraan 9,8%. Sementara pertumbuhan upah naik menjadi 0,4%. Dollar juga menguat berkat penurunan euro setelah pejabat ECB mengkhawatirkan penguatan euro.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Jumat menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga lebih rendah selama bertahun-tahun untuk mendukung pemulihan dari krisis dan resesi virus corona. Namun, Powell mengatakan kepada National Public Radio dalam sebuah wawancara bahwa laporan pekerjaan yang dirilis Jumat lalu bagus.

Harga emas kembali jatuh minggu lalu, dipicu oleh penguatan dollar menyusul rilisan data-data ekonomi AS yang menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS). Di akhir minggu, harga emas semakin merosot setelah data ketenagakerjaan AS yang megesankan. Penurunan harga aset safe-haven ini dipicu oleh laporan pekerjaan AS yang dipandang sebagai tanda positif bagi ekonomi AS dan tingkat pengangguran, turun menjadi 8,4%, menunjukkan ekonomi AS berada di jalur yang benar untuk pemulihan ekonomi.

Harga minyak jatuh ke bawah level $40 per barel minggu lalu disebabkan oleh lemahnya permintaan. Meski minggu lalu data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak AS turun 38 juta barel dalan enam minggu terakhir, analis masih mengkhawatirkan tentang berapa lama kilang dapat mengimbangi konsumsi. EIA juga melaporkan penurunan 5,3% dalam pemanfaatan kilang menjadi 76,7% untuk pekan yang berakhir 28 Agustus. Sementara itu, untuk permintaan bensin domestik turun 8,78 juta barel per hari (bph) dari minggu sebelumnya 9,16 juta bph. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi patokan untuk minyak mentah berjangka AS, Jumat lalu turun hampir 4% menjadi $ 39,7. Selama sepekan WTI merosot 7,4%, penurunan mingguan terbesar sejak Juni. Sementara Brent turun 5,3% minggu lalu dan juga penurunan terbesar sejak Juni.

Aksi jual terhadap saham-saham teknologi membuat Wall Street tergelincir minggu lalu. Aksi jual terjadi karena investor melihat bahwa valuasi saham di sektor tersebut sudah terlalu tinggi. Selain itu, proses pemulihan ekonomi di AS yang tidak merata juga turun menekan Wall Street. Sebelumnya, indeks Nasdaq dan S&P 500 terus mencatat rekor.

Fokus Minggu ini: ECB & BoC Meeting, Brexit Talk
Setelah melewati pergerakan yang fluktuatif minggu lalu, di minggu ini pasar keuangan akan kembali disibukkan oleh beberapa data dan event. Pada hari Selasa, perundingan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa kembali digelar. Kemudian Hari Rabu Bank of Canada (BoC) akan menggelar rapat regularnyaa. Di Hari Kamis, juga ada ECB meeting. Di akhir minggu ada data inflasi AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*