Emas Anjlok Karena Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dolar Naik ke Level Tertinggi 6 Minggu Pasca FOMC

Dolar naik ke level tertinggi hampir enam minggu pada hari Rabu setelah the Fed memproyeksikan kenaikan suku bunga pada tahun 2023, setahun lebih awal dari yang diperkirakan. Dalam rapatnya kemarin, 18 dari 11 pejabat Fed memperkirakan setidaknya ada dua seperempat poin kenaikan suku bunga ditahun 2023, bahkan ketika para pejabat dalam pernyataan mereka berjanji untuk menjaga kebijakan tetap akomodatif untuk saat ini guna mendorong pemulihan pekerjaan yang sedang berlangsung.The Fed mengutip prospek ekonomi yang membaik, dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan diperkirakan mencapai 7% tahun ini. Dalam rapatnya tersebut the Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek mendekati nol dan mengatakan akan terus membeli obligasi $120 miliar setiap bulan untuk mendorong pemulihan ekonomi. Indeks dollar menguat 0,63% menjadi 91,103.

Mata Uang Berisiko Berbalik Turun Setelah Hasil FOMC

Mata uang yang sensitif terhadap sentimen risk-off mengalami pembalikan arah setelah pengumuman Fed. Kiwi anjlok 0,98% menjadi $0,7049. Dolar Australia – yang dipandang sebagai proxy untuk selera risiko – turun 0,95% di $0,7612. Sementara sterling, yang menguat Rabu lalu setelah data menunjukkan inflasi Inggris bulan Mei secara tak terduga naik di atas target BoE (2%), terkikis kenaikannya dan turun 0,49%.

Emas Anjlok Karena Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas anjlok lebih dari 1% pada hari Rabu setelah proyeksi kenaikan suku bunga the Fed.. Dalam proyeksi barunya, 11 dari 18 pejabat Fed memproyeksikan setidaknya dua seperempat poin kenaikan suku bunga untuk tahun 2023, bahkan ketika para pejabat dalam pernyataan mereka berjanji untuk menjaga kebijakan tetap akomodatif guna mendorong pemulihan lapangan kerja yang sedang berlangsung.

Minyak Naik Setelah Data EIA

Harga minyak naik untuk hari kelima pada hari Rabu, ditutup pada $75 per barel setelah data yang menunjukkan turunnya cadangan minyak AS. Persediaan minyak mentah turun 7,4 juta barel minggu lalu, menurut data dari Energy Information Administration (EIA). Penurunan cadangan terjadi karena pemanfaatan penyulingan naik menjadi 92,6%, tertinggi sejak Januari 2020, sebelum pandemi melanda. Penurunan cadangan yang lebih besar dari ekspektasi didorong juga oleh ekspor, sebagai sinyal lain dari meningkatnya permintaan di seluruh dunia. Minyak mentah Brent naik 0,5%, menjadi $74,39 per barel, setelah mencapai level tertinggi sejak April 2019. Sementara Minyak mentah AS (WTI) naik 3 sen menjadi $72,15, setelah mencapai $72,99, tertinggi sejak Oktober 2018. Brent telah naik 44% tahun ini, didukung oleh pengurangan pasokan yang dipimpin oleh OPEC+, dan pulihnya permintaan.

Wall Street Merosot Karena Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed

Tiga indeks saham utama Wall Street melemah di akhir perdagangan Rabu setelah para pejabat the Fed mengindikasikan bahwa bank sentral dapat mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023, setahun lebih awal dari yang diharapkan. Indeks Dow Jones turun 0,77% menjadi 34.033,67, S&P 500 melemah 0,54% menjadi 4.223,7, dan Nasdaq Composite turun 0,24%, menjadi 14.039,68.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan Australia, SNB Meeting & Jobless Claims AS

Tiga indeks saham utama Wall Street melemah di akhir perdagangan Rabu setelah para pejabat the Fed mengindikasikan bahwa bank sentral dapat mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023, setahun lebih awal dari yang diharapkan. Indeks Dow Jones turun 0,77% menjadi 34.033,67, S&P 500 melemah 0,54% menjadi 4.223,7, dan Nasdaq Composite turun 0,24%, menjadi 14.039,68.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*