Emas Jatuh Karena Ekspektasi Tapering

Dollar Menguat Berkat Solidnya Data AS

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada hari Senin untuk menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua minggu, didukung oleh data AS yang optimis, bahkan ketika para pedagang terus mencermati penyebaran kasus COVID-19 di Amerika Serikat. Data Senin menunjukkan lowongan pekerjaan AS melonjak ke rekor tertinggi pada Juni dan perekrutan meningkat. Itu terjadi setelah data ketenagakerjaan bulanan AS hari Jumat yang menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan sebagian besar pekerja dalam hampir satu tahun di bulan Juli dan terus menaikkan upah. Dolar naik tajam setelah laporan Jumat, dengan berita pekerjaan yang optimis membantu mendukung pandangan bahwa Federal Reserve dapat bertindak lebih cepat untuk memperketat kebijakan moneter AS. Pemulihan di sektor lapangan kerja menjadi salah satu kondisi bagi The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter. Indeks dolar menguat 0,09% menjadi 92,937.

Turunnya Harga Minyak Membebani Loonie

Dolar Kanada melemah 0,1% atas greenback hari Senin karena harga komoditas turun. Namun penurunan dapat dibatasi berkat faktor teknikal dan setelah sebagian perbatasan Kanada dengan AS dibuka kembali. Harga minyak, salah satu ekspor utama Kanada, anjlok 2,6% di tengah kekhawatiran bahwa pembatasan di Asia, terutama China, dapat memperlambat pemulihan global dalam permintaan bahan bakar.

Emas Jatuh Karena Ekspektasi Tapering

Harga emas merosot ke level terendah lebih dari empat bulan pada hari Senin setelah solidnya data ketenagakerjaan AS mendukung ekspektasi bagi tapering The Fed. Emas spot turun 2,1% menjadi US$1.725,96 per ons. Data tenaga kerja yang melebihi meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter the Fed, dimana kenaikan suku bunga akan mengurangi daya tarik bullion yang tidak menghasilkan bunga.

Minyak Melemah Kekhawatiran Perlambatan Permintaan Bahan Bakar

Harga minyak melemah pada hari Senin karena meningkatnya kasus Covid-19 memicu kekhawatiran perlambatan permintaan bahan bakar. Minyak WTI AS turun 2,6% menjadi $66,48, setelah sempat anjlok lebih dari 4% ke $65,15, terendah sejak Mei. Sedangkan minyak Brent turun 2,35% menjadi di $69,04 per barel. Di pekan lalu, kedua jenis minyak tersebut turun lebih dari 7% untuk minggu terburuk sejak Oktober. Penurunan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran permintaan serta peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS. EIA rabu lalu mengatakan bahwa stok minyak mentah naik 3,6 juta barel. Namun, stok bensin turun lebih besar dari perkiraan 5,3 juta barel. Data dari China juga membebani minyak pada hari Senin. Pertumbuhan ekspor Cina secara tak terduga melambat pada bulan Juli dan impor hanya naik 28,1% dari tahun sebelumnya, di bawah perkiraan yang menyerukan peningkatan 33%.

S&P 500 & Dow Jones Koreksi di Tengah Penurunan Saham Energi

Indeks S&P dan Dow Jones terkoreksi dari rekor tertinggi pada hari Senin karena saham energi dan sektor lain yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi jatuh di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kasus COVID-19. Indeks Dow Jones turun 106,66 poin atau 0,3% menjadi 35.101,85, S&P 500 melemah 4,17 poin atau 0,09% menjadi 4.432,35, sementara Nasdaq Composite naik 24,42 poin, atau 0,16% menjadi 14.860,18.

Fokus Hari ini: ZEW Jerman

Tidak begitu banyak data ekonomi yang dirilis hari ini, investor akan fokus pada beberapa data di kawasan zona euro, berupa survei sentimen bisnis investor. Survei ZEW untuk Jerman diperkirakan turun menjadi 54,9 di bulan Agustus, dari sebelumnya 63,3 di Juli. Sementara untuk kawasan zona euro, sentimen bisnis diperkirakan turun menjadi 55,3 dari 63,3. Data yang lebih lemah dari perkiraan bisa melemahkan euro.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*