Emas Jatuh ke Level Terendah 3 Minggu

Gold
Dolar AS Naik ke Puncak 16 Bulan Karena Ekspektasi Pengetatan Moneter The Fed

Dolar naik ke level tertinggi 16 bulan hari Rabu karena investor bertaruh bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat daripada bank sentral lainnya. Pejabat Fed telah berkontribusi pada pandangan yang lebih hawkish bahwa bank sentral AS dapat bertindak lebih cepat untuk mencoba membendung kenaikan tekanan harga jika inflasi tidak moderat, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan tetap lebih dovish seiring pertumbuhan di wilayah tersebut. Beberapa pejabat The Fed mengatakan mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi tinggi bertahan dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga, menurut rilis FOMC minutes  kemarin. Presiden  Fed  San  Francisco  Mary  Daly  juga  mengatakan  pada  bahwa  dia mendukunguntuk mempercepat pengurangan pembelian obligasi oleh Fed. Indeks dolar menguat 0,37% menjadi 96,853.

Pound Jatuh ke Level Terendah 11 Bulan Atas Dolar AS

Pound Inggris mencapai level terendah baru 11-bulan terhadap dolar pada hari Rabu karena ekspektasi kenaikan suku bunga mendukung greenback, sementara terhadap euro menguat tipis. Investor tetap fokus pada apakah Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember atau tidak, dan bertanya-tanya tentang dampak gelombang baru kasus COVID-19 di seluruh benua.

Emas Jatuh ke Level Terendah 3 Minggu di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas turun ke level terendah tiga minggu hari Rabu karena data ekonomi AS yang kuat mengangkat dolar dan imbal hasil Treasury, dengan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dari perkiraan, memperberat sentimen. Spot emas turun 0,4% pada $1.783,18 per ons, setelah sempat jatuh ke level terendah sejak 4 November di $1.777,80.

Minyak Melemah Di tengah Efektivitas Pelepasan Cadangan Strategis (SPR)

Minyak melemah hari Rabu karena investor mempertanyakan efektivitas dari pelepasan cadangan strategis minyak yang dipimpin AS dan mengalihkan fokus ke bagaimana produsen akan merespons. Sentimen minyak masih datang dari rencana AS melepaskan jutaan barel minyak dari cadangan strategis. AS akan berkoordinasi dengan China, India, Korea Selatan, Jepang dan Inggris guna mencoba mendinginkan harga setelah OPEC+ mengabaikan seruan untuk memompa lebih banyak minyak ke pasar. Rilis terkoordinasi tersebut dapat menambah sekitar 70 juta hingga 80 juta barel pasokan minyak mentah. Goldman Sachs menilai, jumlah itu lebih kecil dari yang telah ditentukan pasar yakni lebih dari 100 juta barel. Perhatian sekarang telah beralih ke bagaimana reaksi OPEC+ atas rilis cadangan bersama tersebut. Sumber Reuters mengatakan, OPEC+ tidak membahas penghentian sementara peningkatan produksi minyak untuk saat ini.

Penguatan Saham Teknologi Angkat Nasdaq & S&P 500

Dua indeks utama Wall Street menguat hari Rabu, terangkat oleh keuntungan di saham Nvidia dan saham teknologi lainnya. Namun, koreksi pada saham Gap dan Nordstrom menyusul laporan kuartalan yang lemah membatasi penguatan. Indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 0,03% ke 35.804,38, indeks S&P 500 menguat 0,23% menjadi 4.701,46 dan indeks Nasdaq Composite naik 0,44% ke 15.845,23.

Fokus Hari Ini: Inflasi Jerman, ECB Minutes, Pidato Lagarde & Bailey

Hari ini pasar AS akan tutup dalam rangka perayaan Thankgiving. Pergerakan pasar keuangan kemungkinan akan cenderung sepi. Meski begitu, beberapa agenda pasar masih layak dicermati, khususnya di kawasan zona euro, dimana Jerman akan merilis data inflasi dan juga ada ECB minutes. Presiden ECB Christine Lagarde juga akan menyampaikan pidatonya. Di Inggris Gubernur BoE Andrew Bailey juga akan berpidato.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*