Sel. Apr 23rd, 2024

Emas Menguat Karena Pelemahan Dolar AS

By DaWood Jun27,2023

Dolar AS Melemah Atas Yen Setelah Pernyataan Masato Kanda

Indeks Dolar melemah terhadap Yen, setelah Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional Masato Kanda mengatakan bahwa Jepang tidak mengesampingkan opsi apapun dalam merespon kemungkinan pergerakan mata uang yang berlebihan. Yen Jepang menguat 0,16% terhadap greenback pada 143,48 per dolar. Bank of Japan (BoJ) terakhir kali mengintervensi yen saat diperdagangkan di kisaran 145 per dolar. Yen Jepang telah tertekan karena BoJ mempertahankan kebijakan moneternya yang longgar, sementara bank-bank sentral dunia lainnya memulai jalur kenaikan suku bunga yang agresif untuk memerangi tingginya inflasi. Indeks dolar turun 0,049% pada 102,680, dengan dukungan safe-haven yang membantu mempertahankannya di dekat level yang tidak berubah karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global tetap ada di tengah aksi pengetatan yang agresif oleh beberapa bank sentral di seluruh dunia.

Euro Menguat Menjelang Pidato Lagarde

Euro naik 0,21% ke $1,0912 menjelang pidato Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde di Forum ECB tentang Perbankan Sentral di Sintra. Data sebelumnya di wilayah ini menunjukkan sentimen bisnis Jerman memburuk selama dua bulan berturut-turut di bulan Juni, mengindikasikan bahwa ekonomi terbesar di Eropa ini menghadapi perjuangan yang berat untuk keluar dari resesi. Data Kemarin menunjukkan survei IFO Jerman turun menjadi 88,5 di Mei dari sebelumnya 91,5 di April.

Emas Menguat Karena Pelemahan Dolar AS

Emas naik pada hari Senin setelah pelemahan dolar membuat emas batangan menjadi lebih menarik bagi investor luar negeri, meskipun harga berada di dekat posisi terendah tiga bulan karena para trader menilai prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS. Emas spot naik 0,2% menjadi $1,925.99 per ons. Minggu lalu, emas merosot hampir 2% karena komentar hawkish dari pejabat Fed.

Minyak Naik di Tengah Ketidakstabilan Politik Rusia

Harga minyak naik tipis dalam perdagangan choppy pada hari Senin, karena para investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan global terhadap gangguan pasokan yang akan datang yang dapat diperburuk oleh ketidakstabilan politik di Rusia. Minyak mentah berjangka Brent naik 0,5% menjadi $74,18 per barel, sementara WTI AS naik 0,3% menjadi $69,37 per barel. Bentrokan antara Moskow dan kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, berhasil dihindari pada hari Sabtu setelah tentara bayaran bersenjata lengkap menarik diri dari kota Rostov, Rusia selatan, di bawah kesepakatan yang menghentikan gerak maju mereka yang cepat ke ibu kota. Namun, kondisi ini telah menimbulkan pertanyaan mengenai kekuasaan Presiden Vladimir Putin dan kekhawatiran kemungkinan terganggunya pasokan minyak Rusia.

Indeks Saham Future AS Pulih dari Penurunan Senin

Saham berjangka AS menguat hari Selasa setelah tiga indeks utama turun di sesi reguler hari Senin di tengah aksi jual pada saham-saham teknologi dan saham-saham terkait pertumbuhan. Pada perdagangan reguler hari Senin, Dow turun 0,04%, S&P 500 turun 0,45% dan Nasdaq Composite anjlok 1,16%. Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar memimpin aksi jual karena para investor terus melakukan aksi ambil untung, dengan penurunan tajam dari Tesla (-6,1%), Nvidia (-3,7%), Amazon (-1,6%), dan Meta Platforms (-3.6%).

Fokus Hari Ini : Inflasi Kanada, Durable Goods Orders & Consumer Confidence AS

Hari ini akan menjadi hari yang sibuk oleh serangkaian data ekonomi di berbagai negara. Kanada akan merilis data inflasi, di mana CPI diperkirakan naik 0,5% di Mei, melandai jika dibandingkan bulan sebelumnya 0,7%. Sementara untuk CPI tahunan juga diperkirakan melandai menjadi 4,0% dari 4,2%. Beralih ke AS, akan dirilis data durable goods orders, consumer confidence, New Home Sales, serta Richmond Manufacturing Index.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *