Emas Naik Tipis Jelang Data CPI AS, FOMC

Kekhawatiran Omicron Mereda, Mata Uang Safe Haven Melemah

Dolar AS menguat atas mata uang safe-haven pada hari Selasa, didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS, karena meredanya kekhawatiran varian Omicron. Mata uang berisiko juga mendapat dukungan, dengan dolar Australia menguat 0,2% atas dolar AS setelah RBA optimis tentang Omicron. RBA mempertahankan kebijakan pada rapatnya, tetapi mengatakan bahwa Omicron diperkirakan tidak akan menggagalkan pemulihan ekonomi. Yen kembali jatuh 0,6% pada Senin, penurunan terbesar dalam dua minggu di 113,53 per dolar. Franc Swiss, mata uang safe-haven lainnya, stabil setelah mengalami penurunan harian terbesar dalam hampir tiga bulan pada hari Senin. Pengamatan awal di Afrika Selatan menunjukkan mereka yang terinfeksi menderita gejala yang relatif kecil dibandingkan dengan gelombang virus sebelumnya. Anthony Fauci, pejabat tinggi penyakit menular AS, juga mengatakan tampaknya tidak terlalu parah.

Loonie Lanjutkan Penguatan di Tengah Meredanya Kekhawatiran Omicron

Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Selasa karena investor semakin tidak khawatir tentang ancaman ekonomi dari varian virus corona Omicron dan data menunjukkan Kanada membukukan surplus perdagangan terbesar pada tahun 2021. Kanada mencatat surplus perdagangan sebesar C$2,1 miliar pada Oktober, dengan impor dan ekspor keduanya mencapai rekor tertinggi, menurut Biro Statistik Kanada.

Emas Naik Tipis Jelang Data CPI AS, FOMC

Harga emas naik tipis pada hari Selasa karena perhatian investor beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini, yang dapat mempengaruhi kecepatan Federal Reserve menaikkan suku bunga. Spot gold naik 0,2% menjadi $1.782,39 per ons. Data CPI AS hari Jumat dapat memengaruhi kebijakan moneter Fed menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 14-15 Desember.

Minyak Lanjutkan Penguatan Berkat Meredanya Kekhawatiran Kasus Omicron, Berita Iran Harga minyak naik lebih dari 3% hari Selasa karena meredanya kekhawatiran tentang dampak pada permintaan bahan bakar global dari varian virus corona Omicron. Minyak Brent naik 3,2%, menjadi $75,44. Sementara WTI AS naik 3,7% menjadi $72,05. Harga minyak jatuh pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa vaksin mungkin kurang efektif terhadap varian baru Omicron, memicu kekhawatiran bahwa pemerintah dapat memberlakukan pembatasan baru yang akan memukul permintaan bahan bakar. Namun, seorang pejabat kesehatan Afrika Selatan melaporkan pada akhir pekan bahwa kasus Omicron di sana hanya menunjukkan gejala ringan. Pejabat tinggi penyakit menular AS, Anthony Fauci, juga mengatakan tampaknya tidak ada “tingkat keparahan yang besar” dengan varian tersebut. Harga minyak juga didukung oleh penundaan kembalinya minyak Iran setelah kebuntuan pembicaraan nuklir tidak langsung antara AS-Iran.

Wall Street Menguat Berkat Berkurangnya Kekhawatiran Omicron

Wall Street menguat tajam pada Selasa, dengan tiga indeks utamanya membalikan penurunan pekan lalu akibat kekhawatiran varian Covid-19. Investor diyakinkan oleh berita positif tentang varian omicron dari Covid-19 yang menyebabkan pengalihan dari aset berisiko pekan lalu. Indeks Dow Jones naik 1,4% menjadi 35.719,43. S&P 500 naik 2,07% menjadi 4.686,75. Nasdaq Composite melonjak 3,03% menjadi 15.686,92.

Fokus Hari Ini : BoC Meeting

Hari ini Bank of Canada (BoC) akan menggelar rapatnya, dimana bank sentral Kanada tersebut masih berada di jalur untuk menaikkan suku bunga. Analis memperkirakan bahwa BoC mungkin akan menaikkan suku bunganya pada kuartal 1-2022. Perkiraan ini didasarkan pada inflasi yang masih berada di atas target 2%, serta lapangan kerja yang terus menunjukkan perbaikan, dengan tingkat pengangguran turun ke 6,0%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*