Emas rebound 1,1% pada hari Senin setelah reli dolar AS terhenti, membantu memulihkan daya tarik logam

Dolar AS koreksi dari level tertinggi dua bulan

Pada hari Senin setelah investor mengevaluasi apakah sikap hawkish Federal Reserve pekan lalu akan mengakhiri trend tren bearish dolar yang sudah berlangusng sejak Maret 2020. Dolar menguat setelah bank sentral AS pada hari Rabu mengatakan bahwa pembuat kebijakan memperkirakan dua kenaikan suku bunga pada tahun 2023. Sikap the Fed tersebut membuat investor mengevaluasi kembali taruhan bahwa bank sentral AS akan membiarkan inflasi naik untuk waktu yang lebih lama sebelum menaikkan suku bunga. Dolar kemudian turun di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga mendekati nol dalam beberapa tahun mendatang, bahkan ketika ekonomi pulih dari penutupan terkait pandemi COVID-19. Presiden Fed New York John Williams mengatakan bahwa lebih banyak kemajuan diperlukan sebelum Fed harus mulai mengurangi stimulus ekonominya.

Loonie menguat 0,9% atas greenback pada Senin berkat kenaikan harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga BoC

Loonie turun 2,4% minggu lalu setelah The Fed diproyeksikan akan mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023. Namun, imbal hasil Kanada telah naik melebihi AS sejak rapat the Fed. Spread imbal hasil obligasi Kanada tenor 2 tahun berada di 20 bps pada hari Senin, gap terlebar sejak Maret tahun lalu.

Emas rebound 1,1% pada hari Senin setelah reli dolar AS terhenti, membantu memulihkan daya tarik logam

Emas turun 6% minggu lalu setelah The Fed mengisyaratkan akan mulai mengurangi pembelian asetnya dan menaikkan suku bunga pada tahun 2023. Bank of America Global Research mengatakan bahwa dengan Fed yang lebih hawkish, risiko kenaikan suku bunga riil akan membuat harga emas dibatasi hingga akhir tahun.

Harga minyak menguat setelah kebuntuan negosiasi pembicaraan untuk mengakhiri sanksi AS terhadap minyak mentah Iran, serta koreksi dolar

Minyak Brent naik 1,9% menjadi di $74,90 per barel, sementara WTI AS naik 2,8%, menjadi $73,66. Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran terhenti pada hari Minggu setelah hakim garis keras Ebrahim Raisi memenangkan pemilihan presiden negara itu. Analis mengatakan bahwa Pemilihan seorang garis keras di Iran membebani pasar (penawaran) karena sanksi tampaknya tidak akan dicabut. Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi pada hari Senin mendukung pembicaraan antara Iran dan enam kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, tetapi dengan tegas menolak pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden, bahkan jika Washington menghapus semua sanksi. Minyak juga naik setelah proyeksi kenaikan produksi AS yang kemungkinan terbatas.

Bursa saham Asia-Pasifik bergerak naik di awal perdagangan Selasa, mengekor kenaikan besar Wall Street semalam

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,82% pada awal perdagangan, sebagian pulih dari penurunan lebih dari 3% pada hari Senin. Kospi Korea Selatan naik 0,72%. Di Australia, S&P/ASX 200 menguat 0,32%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,18% lebih tinggi.

Fokus Hari ini: Pidato Powell
Hari ini pasar masih sepi akan data ekonomi ataupun event lainnya. Namun, Rabu dini hari nanti, pasar akan mencerna pidato Ketua Powell di Kongres berkenaan dengan program pinjaman darurat Fed dan kebijakan saat ini. Setelah fed hawkish pada rapatnya minggu lalu, pasar juga ingin mengetahui apakah Powell akan juga hawkish sama seperti mayoritas pejabat Fed lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*