Emas Rebound Berkat Pelemahan Dolar AS

Gold

Yen Menguat Setelah Adanya Dugaan Intervensi Otoritas Jepang

Dolar AS jatuh terhadap yen pada hari Jumat, mencatat penurunan harian terbesar terhadap mata uang Jepang dalam lebih dari dua bulan setelah trader dan Analis mengatakan bahwa otoritas Jepang mungkin berada di pasar untuk menahan penurunan mata uang mereka yang jeblok. Pemerintah Jepang dan Bank of Japan (BoJ) melakukan intervensi pembelian yen, penjualan dolar di pasar valuta asing, menurut surat kabar Nikkei pada Sabtu pagi, mengutip sebuah sumber. Sementara itu, Kementerian Keuangan Jepang menolak berkomentar tentang masalah ini. Sebelumnya, menteri keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan pihak berwenang berurusan dengan spekulan mata uang “secara ketat”, sementara gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan BoJ akan mengawasi dengan cermat dampak pergerakan mata uang. Dengan kenaikan hari Jumat, yen berada di jalur untuk menghentikan penurunan beruntun sembilan minggu terhadap greenback.

Dolar AS Turun Karena The Fed

Indeks dolar AS turun dari level tertinggi tiga minggu di 113,95, yang dicapai selama sesi. Greenback tertekan setelah berita yang mengatakan beberapa pejabat Fed telah mengisyaratkan kekhawatiran yang lebih besar dengan kenaikan suku bunga yang agresif untuk melawan inflasi, bahkan ketika mereka menaikkan suku bunga besar lainnya di November. The Wall Street Journal melaporkan bahwa pejabat Fed sedang menuju kenaikan suku bunga lain sebesar 0,75 basis poin persentase pada rapat November, sementara beberapa pejabat lainnya mulai mengisyaratkan keinginan mereka untuk memperlambat laju kenaikan segera.

Emas Rebound Berkat Pelemahan Dolar AS

Harga emas naik minggu lalu, menguat lebih dari 1% pada hari Jumat karena dolar melemah di tengah laporan potensi perdebatan di antara pejabat Federal Reserve AS tentang laju kenaikan suku bunga. WSJ melaporkan bahwa pejabat Fed sedang menuju kenaikan suku bunga lain sebesar 0,75 bps di November, sementara beberapa telah mulai mengisyaratkan keinginan mereka untuk memperlambat laju kenaikan.

WTI Kembali Dekati $85 Setelah Dolar AS Turun


Minyak mentah WTI rebound mendekati $85 per barel hari Jumat berkat pelemahan dolar AS. Harga minyak sedikit berubah minggu ini, karena harapan permintaan China yang lebih tinggi dan pengurangan produksi oleh OPEC+, mengimbangi masih adanya kekhawatiran akan potensi penurunan permintaan yang didorong oleh resesi global. Investor semakin khawatir tentang prospek pertumbuhan yang memburuk di tengah meningkatnya tantangan makro, termasuk inflasi yang tinggi dan kondisi pengetatan moneer. Mendukung harga minyak adalah prospek pelonggaran pembatasan Covid-19 dan pilihan dalam aktivitas ekonomi di importir utama China. Sementara itu, OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari pada November, pembatasan paling signifikan sejak awal pandemi.

Wall Street Reli Setelah Berita The Fed

Tiga indeks utama Wall Street melonjak lebih dari 2% pada hari Jumat dan mencatakan penguata mingguan antara 4,7% hingga 5,2%. Penguatan didorong setelah sebuah laporan mengatakan Federal Reserve AS kemungkinan akan memperdebatkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan Desember. Dow  Jones naik 2,47%. S&P 500 menguat 2,37% dan Nasdaq Composite melesat 2,31%.

Fokus Minggu Ini : Earning Season, PDB AS, China, Jerman & PMI Global

Minggu ini akan menjadi sibuk di AS, dengan beberapa laporan pendapatan perusahaan akan dirilis. Kemudian ada data PDB Q3, pesanan barang tahan lama (durable goods orders) dan PMI. Selain itu, investor akan mencermati beberapa rapat bank sentral di Kawasan Euro dan Jepang. Kemudian ada data PDB Q3 China, Jerman, Prancis dan Spanyol. Terakhir, angka flash PMI untuk Area Euro, Inggris, Jepang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*