Emas Reli 2% Minggu Lalu Setelah Pidato Powell

Dolar AS Melemah Setelah Pidato Powell

Dolar Amerika Serikat (AS) merosot pada hari Jumat setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan dalam pidatonya di simposium Jackson Hole Jumat lalu, mengatakan bahwa bank sentral AS dapat mulai mengurangi stimulus ekonomi pada akhir tahun ini, tidak secepat yang diperkirakan pasar. Powell mengatakan telah ada kemajuan yang jelas menuju lapangan kerja maksimum dan dia percaya bahwa jika ekonomi AS membaik seperti yang diperkirakan. Powell mengatakan bahwa “mungkin tepat untuk mulai mengurangi laju pembelian aset tahun ini.” Namun, Powell mengatakan waktu dan kecepatan tapering tidak boleh ditafsirkan sebagai sinyal kenaikan suku bunga. Analis melihat bahwa Pidato tersebut menunjukkan Powell belum mengadopsi sikap hawkish dari beberapa pejabat Fed lainnya. Indeks dolar, yang mengukur kinerja greenback atas mata uang utama dunia lainnya melemah 0,39% menjadi 92,6760.

Kiwi Melemah Tipis, Sementara Loonie Menguat Atas Dolar AS

Pergerakan mata uang komoditas variatif, dengan umumnya menguat atas greenback, dimana Kiwi melemah tipis setelah PM Jacinda Ardern mengumumkan bahwa lockdown di Auckland kemungkinan akan tetap berlaku selama dua minggu lagi. Sementara Dolar Kanada naik 0,56% menjadi 1,2612 setelah minyak Brent naik $1,63 menjadi di $ 72,70 per barel, sekaligus mencatatkan penguatan 11,5% minggu lalu.

Emas Reli 2% Minggu Lalu Setelah Pidato Powell

Harga emas menguat 2% minggu lalu setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole ternyata tidak memberikan sinyal terkait rencana tapering dan malah kembali menegaskan bahwa lonjakan inflasi hanya bersifat sementara. Emas spot menguat 1,4% ke level US$ 1.817,57 Jumat lalu, dan berhasil melonjak 2,05% dalam sepekan.

Minyak Catatkan Penguatan Mingguan Terbesar Sejak Juni 2020

Harga minyak mentah mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Juni 2020 setelah naik 2% Jumat lalu. Sentimen utama bagi minyak datang setelah perusahaan energi di kawasan Teluk Meksiko dan AS mulai menutup produksi jelang badai Ida yang diperkirakan melanda kawasan itu pada awal minggu depan. Minyak Brent menguat 2,3% menjadi US$ 72,70, sementara WTI AS melesat 2,0% menjadi US$68,74. Pekan lalu, Brent naik lebih dari 11% dan WTI melonjak lebih dari 10%. Pada Jumat, para produsen minyak menutup 59% dari produksi minyak mentah di Teluk Meksiko karena badai Ida, yang merupakan badai kesembilan musim ini, meluncur menuju ladang minyak lepas pantai utama AS, menurut Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan (BSEE). Sumur lepas pantai di Teluk Meksiko menyumbang 17% dari produksi minyak mentah AS, sementara lebih dari 45% dari total kapasitas penyulingan AS terletak di sepanjang Pantai Teluk.

Wall Street Reli Setelah Pernyataan Dovish Powell

Wall Street reli Jumat lalu setelah dalam sambutannya Simposium Jackson Hole, ketua The Fed Jerome Powell tidak memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai waktu pengurangan pembelian aset The Fed. Powell juga tidak memberikan pandangan yang jelas soal kapan The Fed menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,69%, S&P 500 menguat 0,88% dan Nasdaq Composite melesat 1,23%.

Fokus Minggu ini: PMI Global, PDB Australia & Kanada, OPEC+ Meeting

Serangkaian event, serta data-data penting ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar keuangan minggu ini. Negara-negara maju akan mengumumkan data PMI, baik sektor manufaktur maupun jasa. Data lainnya adalah PDB Australia dan Kanada. Pasar juga akan menanti data yang sangat ditunggu, yaitu data tenaga kerja AS, termasuk non-farm payroll. Event penting lainnya adalah OPEC+ Meeting.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*