Emas Turun Karena Kenaikan Yield Obligasi AS

Dolar AS Naik ke Level Tertinggi 2 Tahun Setelah Komentar Pejabat The Fed Hawkish

Dolar AS naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada hari Selasa, didorong oleh komentar hawkish dari pejabat The Fed yang mendesak untuk pengurangan neraca, dengan salah satunya membuka pintu terhadap kenaikan suku bunga yang agresif sebesar 50 basis point (bps). Indeks dolar naik ke 99,526, tertinggi sejak akhir Mei 2020, sebelum ditutup naik naik 0,5% di 99,498. Deputy Fed Lael Brainard, yang biasanya dovish, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia mengharapkan kenaikan suku bunga metodis dan pengurangan cepat pada neraca Fed yang hampir $9 triliun untuk membawa kebijakan moneter AS keĀ  “posisi yang lebih netral” akhir tahun ini. Pengetatan lebih lanjut akan mengikuti sesuai kebutuhan. Pejabat The Fed lainnya, Esther George, presiden Fed distrik Kansas, juga mendukung pengurangan cepat dari neraca Fed, dan juga mengatakan bahwa “50 bps akan menjadi pilihan yang harus kita pertimbangkan.”

Pound Inggris Ungguli Euro Setelah Data PMI Inggris

Pound bertahan di level tertinggi satu minggu atas euro kemarin setelah data yang kuat mendorong mata uang Inggris, sementara euro berjuang di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kandidat sayap kanan Marine Le Pen yang memenangkan pemilihan presiden Prancis bulan ini. Data PMI Inggris yang positif mendukung pound, sementara prospek sanksi lebih lanjut terhadap Rusia juga membebani euro.

Emas Turun Karena Kenaikan Yield Obligasi AS

Harga emas jatuh pada hari Selasa seiring kenaikan imbal hasil treasury AS dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed yang lebih agresif, mengimbangi permintaan safe-haven atas emas batangan, yang didorong oleh kemungkinan sanksi baru Barat terhadap Rusia. Spot emas turun 0,6% pada $1.921,47. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik setelah komentar Lael Brainard yang hawkish.

Minyak Melemah Karena Kenaikan Dolar AS & Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak turun dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Selasa, tertekan oleh kenaikan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran bahwa kasus virus corona baru dapat memperlambat permintaan, tetapi penurunan dibatasi oleh kekhawatiran pasokan karena sanksi terhadap Rusia atas dugaan kejahatan perang. Di awal sesi, harga naik lebih dari $2 per barel setelah Menteri Perindustrian Jepang mengatakan Badan Energi Internasional (IEA) masih mendiskusikan pelepasan cadangan minyak terkoordinasi yang menurut banyak trader adalah kesepakatan yang sudah final. Kekhawatiran permintaan meningkat setelah otoritas di importir minyak utama China memperpanjang penguncian di Shanghai, yang mencakup semua 26 juta orang di pusat keuangan itu. Harga minyak Brent turun 89 sen, atau 0,8%, menjadi $106,64 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $1,32, atau 1,3% menjadi $ 101,96.

Wall Street Melemah Karena Sikap Hawkish The Fed

Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa, terseret penurunan saham teknologi dan pertumbuhan, setelah komentar dari Deputi Gubernur Federal Reserve Lael Brainard membuat investor khawatir tentang potensi tindakan agresif bank sentral untuk mengendalikan inflasi. Indeks Dow Jones turun 0,8% ke 34.641,18, S&P 500 melemah 1,26% ke level 4.525,12 dan Nasdaq turun 2,26% ke level 14.204,17.

Fokus Hari Ini : FOMC Minutes

The Fed akan merilis notulen dari rapat bulan Maret, ketika mereka memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps. Tingginya tingkat inflasi dan solidnya pasar tenaga kerja AS membuat para pejabat The Fed, termasuk sang ketua Jerome Powell, mulai membuka wacana kenaikan sebesar 50 bps dalam rapatnya mendatang. Melalui FOMC minutes, investor kemungkinan akan mendapat gambaran mengenai hal itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*