Emas Turun Tipis Pasca The Fed Isyaratkan Suku Bunga Masih Akan Tinggi

Dolar AS Pangkas Penguatan Setelah FOMC Meeting

Dolar AS pangkas penguatan untuk kemudian jatuh ke bawah angka 104, melayang di level terendah dalam enam bulan karena investor mencerna kenaikan suku bunga Fed dan proyeksi ekonomi baru. The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 50bps seperti yang diperkirakan. Para pejabat kebijakan mengisyaratkan bahwa suku bunga akan berada di 5,1% di akhir 2023, jauh di atas proyeksi September sebesar 4,6%, dan melawan ekspektasi bahwa penurunan suku bunga akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2023. Akibatnya, perkiraan median untuk pertumbuhan PDB direvisi turun tajam menjadi 0,5% pada tahun 2023 dari 1,2% dan tingkat pengangguran direvisi menjadi 4,6% dari 4,4%, menekan greenback. Selain itu, prakiraan inflasi PCE inti naik, meski CPI lebih dingin dari perkiraan dalam beberapa bulan terakhir.

Euro Bertahan Dekat Level Tertinggi 6 Bulan Jelang ECB Meeting

Euro bergerak mendekati puncak enam bulan disekitar $1,07 sebab para investor terus mengkaji prospek kebijakan moneter dan pertumbuhan. The Fed menaikkan suku bunga 50bps, membawa biaya pinjaman ke level tertinggi sejak 2017 sembari mempertahankan sikap hawkish, dengan para pembuat kebijakan memperkirakan tingkat terminal di sekitar 5,1% tahun depan. Di dalam negeri, meskipun ada beberapa bukti awal bahwa inflasi melambat di zona euro, inflasi tetap membuat para pejabat ECB tidak nyaman.

Emas Turun Tipis Pasca The Fed Isyaratkan Suku Bunga Masih Akan Tinggi

Emas tergelincir pada hari Rabu ketika Federal Reserve AS mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap tinggi memasuki tahun baru dan mengatakan terlalu dini untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Emas spot turun tipis 0,1% menjadi $ 1.808,09 per ons, setelah jatuh 0,8% pasca keputusan The Fed.

Minyak Naik Lebih Dari 3% Karena Optimisme Prospek Permintaan

Minyak mentah berjangka WTI AS naik lebih dari 3% ke atas $77 per barel, memperpanjang kenaikan dalam tiga sesi beruntun dan menjauh dari level terendah satu tahun di kisaran $70 yang disentuh pada tanggal 9 Desember, di tengah meningkatnya optimisme pemulihan permintaan saat pasokan tetap ketat. OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) menyampaikan prospek yang agak bullish untuk pasar tahun depan, mengutip pembukaan kembali ekonomi China dan pengetatan yang kurang agresif dari bank sentral utama sebagai pendorong penting untuk pertumbuhan dan permintaan bahan bakar. Di sisi pasokan, OPEC+ memutuskan untuk tetap berpegang pada kebijakan mereka yang sekarang, yaitu mengurangi produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari dari bulan November hingga 2023. Pada saat yang sama, Pipa Keystone yang menghubungkan ladang minyak di Kanada ke penyuling di Gulf Coast AS tetap ditutup. Yang menahan harga adalah data EIA yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS secara tak terduga melonjak 10,23 juta barel pekan lalu, kenaikan mingguan tertinggi sejak Maret 2021.

Wall Street Jatuh Setelah The Fed Menaikkan Suku Bunga 50 bps

Indeks Dow Jones kehilangan 150 poin pada hari Rabu, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,6% dan 0,7%, karena investor mencerna keputusan terbaru tentang kebijakan moneter dan komentar selanjutnya dari Ketua Fed Jerome Powell. Federal Reserve menaikkan suku bunga dana federal sebesar setengah poin persentase ke kisaran antara 4,25% dan 4,5%, tertinggi dalam 15 tahun.

Fokus Hari Ini : SNB, BoE & ECB Meeting

Ada tiga bank sentral dunia yang akan menggelar rapatnya hari ini. Mereka adalah SNB, BoE dan ECB. Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunganya sebesar 50 bps. Suku bunga acuan SNB diperkirakan akan berada di 1%, naik dari 0,50%, sementara suku bunga BoE diperkirakan akan berada di 3,5%, naik dari 3% dan suku bunga ECB diperkirakan berada di 2,5%, naik dari 2%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*