Euro gagal terangkat setelah ECB meeting mempertahankan kebijakannya

Dollar menguat kemarin karena pelaku pasar fokus pada lemahnya data retail sales China, mengabaikan solidnya data PDB China yang tumbuh melebih ekspektasi di kuartal kedua tahun ini. PDB China tumbuh 3,2% , melebihi ekspektasi pertumbuhan 2,5%. Namun, retail sales di luar perkiraan turun dalam lima bulan berturut-turut. Sementara itu, meningkatnya jumlah kasus virus corona telah menekan pasar saham, yang menguntungkan buat dollar. Dollar juga menguat di tengah meningkatnya ketegangan baru AS-China. Presiden AS Donald Trump belum mengesampingkan sanski tambahan terhadap pejabat China atas tindakan keras Beijing terhadap Hong Kong. Harian New York Times melaporkan bahwa pemerintah AS saat ini sedang mempertimbangkan larangan bepergian ke AS bagi anggota Partai Komunis China.

Euro gagal terangkat setelah ECB meeting mempertahankan kebijakannya dalam rapatnya kemarin. Rapat tersebut datang menjelang pertemuan Uni Eropa (UE), di mana negara UE diperkirakan akan memvoting dana pemulihan 750 miliar euro ($856 miliar) untuk mendukung ekonomi di blok tersebut. Sementara itu, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan ECB akan menggunakan kekuatan penuh stimulusnya bahkan ketika ekonomi zona euro menunjukkan rebound dari resesi yang disebabkan pandemi COVID-19.

Harga emas turun di bawah level psikologis US$ 1.800 kemarin karena penguatan dolar setelah ECB mempertahankan kebijakan moneternya, mendorong beberapa investor melakukan aksi profit taking. Harga emas spot turun 0,8% menjadi US$ 1,796 , sementara harga emas berjangka AS ditutup turun 0,7% menjadi US$ 1.800,30. Sebagian investor melakukan profit taking, namun investor jangka menengah ke panjang mempertahankan posisi mereka dan akan kembali membeli ketika harga jatuh signifikan.

Harga minyak bertahan kemarin, tertekan oleh kesepakatan OPEC+ untuk melonggarkan pemangkasan produksi, namun masih didukung oleh ketatnya cadangan global setelah aktifitas ekonomi menggeliat. Harga minyak Brent menguat 2% kemarin menyusul turunnya cadangan minyak di AS, sementara minyak jenis WTI turun 11 sen menjadi $41,09. OPEC+ sepakat untuk mengurangi program pemangkasan output mulai bulan depan. OPEC+ akan memangkas menjadi 7,7 juta bph hingga Desember dari sebelumnya 9,7 juta bph, yang dimulai bulan Mei. Sementara itu, Menteri Pernminyakan Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman mengatakan bahwa pemangkasan produksi pada Agustus dan September akan mencapai sekitar 8,1 – 8,3 juta bph. melebihi angka yang ditetapkan. Hal itu dikarenakan negara-negara yang over produksi di awal tahun ini akan mengimbangi pemangkasan tambahan Agustus-September.

Saham Asia bergerak variatif hari ini di tengah koreksi pada saham teknologi AS, serta ketegangan China-Amerika. Saham berfluktuasi di Jepang, sementara di Korea Selatan dan Australia mengalami kenaikan. Rilisan data ekonomi dari AS dan China menggaris bawahi bahwa jalan menuju pemulihan ekonomi global masih panjang, mengimbangi kemajuan positif vaksin virus corona.

Fokus Hari ini: EU Summit, Bailey & Sentimen Konsumen AS
Fokus pasar hari ini akan tertuju pada pertemuan Uni Eropa yang akan membahas mengenai paket bantuan untuk penanganan ekonomi yang terdampak Covid-19. Jika ada tanda-tanda positif mengenai paket bantuan tersebut, bisa mendukung penguatan euro. Namun, perlu diwaspadai jika hasil mengecewakan, mungkin bisa menjadi sinyal reversal. Fokus lainnya, pidato Andrew Bailey (BoE) dan data sentimen konsumen AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*