Euro Lengser dari Level Tertinggi 3 Bulan

Euro terkoreksi pada hari Kamis, setelah sempat mencapai level tertinggi hampir tiga bulan terhadap dolar, karena kekhawatiran tentang meningkatnya kasus virus korona di Eropa tumbuh. Dolar sebelumnya tertekan di tengah suramnya data ekonomi AS dan optimisme tentang vaksin virus korona, tetapi kemudian mata uang berisiko gagal mempertahankan kenaikan karena ketidakpastian jangka pendek. Jerman akan menghadapi pembatasan sosial karena negara itu mencoba menekan penyebaran virus korona dan mencegah sistem kesehatannya menjadi terlalu terbebani, kata Kanselir Angela Merkel pada Kamis. Sebelumnya, dollar telah tertekanan setelah minutes FOMC mengisyaratkan bank sentral kemungkinan akan menambah program quantitative easing pada pertemuan berikutnya di bulan Desember. EURÆ’USD turun 0,2% menjadi $1.1895, setelah naik ke $1.1941, tertinggi sejak 1 September.
Mata Uang Berisiko Berbalik Turun
Beberapa mata uang berisiko mengalami koreksi, setelah sebelumnya mencatatkan penguatan. Ausie turun 0,1% menjadi 0,7358, setelah sempat naik mendekati level tiga bulan pada 0,7374. Begitu juga dengan pound Inggris, yang melemah 0,4% menjadi $1.3328 setelah naik ke level tertinggi $1.3399. Sementara dollar Kanada cenderung flat atas dollar pada kisaran 1.3007.
Emas Rebound Berkat Harapan Stimulus
Harga emas akhirnya ditutup menguat setelah dolar AS melemah seiring meningkatnya jumlah kasus Covid- 19 yang akhirnya meningkatkan ekspektasi investor terhadap dukungan fiskal dan moneter. Harga emas spot menguat 0,5% ke level US$ 1.815,12 per ons troi. Sementara harga emas berjangka juga naik tipis menjadi US$ 1.811,20 per ons troi.
Reli Minyak Terhenti Karena Kekhawatiran Meningkatnya Pasokan
Minyak turun dari level tertinggi tujuh bulan pada Kamis karena tanda-tanda peningkatan pasokan membantu menghentikan reli yang didorong oleh optimisme bahwa vaksin COVID-19 akan menghidupkan kembali permintaan bahan bakar. Meski harapan vaksin telah meningkatkan harapan permintaan dan menjadi faktor bullish bagi minyak, sentimen bearis masih tetap ada. Lockdown karena pandemi COVID-19 memburuk, meningkatnya jumlah rig yang dipekerjakan di Amerika Serikat dan peningkatan produksi dari Libya adalah faktor risiko kenaikan. Presiden AS terpilih Joe Biden telah mendesak orang-orang untuk melupakan pertemuan keluarga besar, mengenakan masker pelindung, dan menjaga jarak sosial pada liburan Thanksgiving. Tapi orang Amerika menentang permintaan pejabat untuk tetap di rumah. AS telah mencatat 2,3 juta infeksi baru dalam dua minggu terakhir.

Saham Global Bertahan pada Level Tertinggi
Bursa saham global bertahan pada rekor tertinggi pada hari Kamis, seiring kemajuan vaksin baru-baru ini, kemenangan Joe Biden pada pemilu AS, serta harapan untuk stimulus lebih lanjut, yang membuat pasar bullish. Indeks MSCI global, yang melacak saham di 49 negara, naik ke rekor tertinggi pada hari Rabu dan bertahan pada hari Kamis.
.
Fokus Hari ini : Black Friday
Tidak begitu banyak data yang dirilis hari ini, namun hari ini adalah Black Friday, di mana biasanya orang berbondong-bondong berbelanja setelah Hari Thanksgiving. Event tersebut bisa saja memberi dorongan buat saham, yang juga bisa meningkatkan sentimen risk-on. Dengan kata lain, aset safe haven seperti dollar AS dan emas kemungkinan bisa terkoreksi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*