Euro Melemah Atas Jaminan Presiden ECB

Dalam Perdagangan Berombak, Wall Street Mampu Naik Kembali

Bursa saham AS di Wall Street naik menyusul penurunan sebelumnya. Pasar waspada kenaikan suku bunga setelah laporan data pekerjaan dan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan. Dalam perdagangan yang berombak, Pelaku pasar mencerna hasil laporan keuangan kuartalan yang beragam dari megacaps Amazon.com Inc dan pemilik Facebook Meta Platforms. Indek Dow Jones naik 186,22 poin, atau 0,53%, menjadi 35.275,96, S&P 500 naik 14,26 poin, atau 0,32%, menjadi 4.514,79 dan Nasdaq bertambah 39,26 poin, atau 0,28%, menjadi 14.137,27. Saham Meta turun 4,3%, memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga setelah rekor penurunan pekan lalu. Peloton melompat sahamnya setelah laporan media tentang minat beli dari Amazon. Terlepas dari sentimen bearish yang meluas, volatilitas perdagangan masih akan terjadi secara moderat dan mengharapkan ada arus masuk ekuitas yang kuat dari investor, serta aksi buy on dip kembali.

Euro Melemah Atas Jaminan Presiden ECB

Dolar AS naik dari posisi terendah dua minggu setelah data ekonomi menunjukkan angka pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Ini memperkuat kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga yang lebih besar di bulan Maret. Indeks dolar, naik 0,1% menjadi 95,446, setelah turun ke 95,136 sebelumnya oleh pukulan dari Euro. Kinerja sepekan dolar masih turun 1,8%, persentase turun dalam mingguan terbesar sejak November 2020. Euro naik 0,1% ke $1,1455. Dalam sepekan, mata uang benuar biru ini naik 1,7%, tercatat sebagai mingguan terbaiknya sejak akhir Maret 2020, diuntungkan dari perubahan hawkish oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis. Poundsterling naik, setelah Bank of England menaikkan suku bunga menjadi 0,5%, kenaikan beruntun pertama sejak 2004. Secara mingguan, pound turun 0,5% menjadi $1,3536.

Harga Emas Menguat, Ditopang Laju Inflasi AS Yang Tinggi

Emas naik $14,20 paska penutupan perdagangan AS dan diperdagangkan di kisaran $1822. Penguatan harga terjadi disaat pasar masih mencerna kebijakan moneter terbaru Federal Reserve, yang lebih hawkish dan pernyataan terbaru dari pertemuan FOMC bulan lalu dan laporan pekerjaan yang kuat minggu lalu. Dorongan kenaikan harga saat ini adalah keyakinan pasar bahwa inflasi masih akan tinggi dan menjadi penyakit dalam ekonomi AS. Aset safe haven seperti emas menjadi tujuan investor dalam kondisi seperti ini.

Harga Minyak Masih Miliki Ruang Untuk Naik Lagi

Setelah mencapai harga $93 pbl, minyak masih memiliki ruang naik lebih lanjut, dimana perkiraan minyak bisa ke $100 pbl. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa permintaan minyak yang kuat dikombinasikan dengan menyusutnya kapasitas produksi cadangan global dan tingkat persediaan yang “mengkhawatirkan”, dapat mendorong harga minyak lebih tinggi. Pasar masih melihat pemulihan permintaan dan dampak ringan varian Omicron pada konsumsi, di samping krisis Rusia-Ukraina dan cuaca beku di Texas, mengirim harga minyak mentah WTI diatas $92 pbl. Sementara Brent naik $93.

Fokus pasar hari ini :

Dari Inggris dilaporkan bahwa data BRC Retail Sales, yang mengukur angka penjualan ditingkat toko-toko peritel. Dilaporkan mengalami kenaikan, sebesar 8.1% dari sebelumnya 0.6%. Pembukaan kembali akitiftas mendorong laju kenaikan tertinggi sejak Juni 2022. Data dari BRC ini mencerminkan kondisi ritel di grup mereka namun biasanya juga memberikan gambaran angka penjualan ritel Inggris secara umum. Kemudian pernyataan dari Gubernur Bank Sentral New Zealand. Pasar berharap mendapatkan gambaran mengenai kebijakan yang akan diambil oleh Bank Sentral terkait dengan kondisi moneter saat ini. Data pungkas yang akan dinanti adalah Trade Balance dari Amerika Serikat, yang diperkirakan akan mengalami penurunan lebih dalam dari sebelumnya defisit 80,2 Milyar menjadi 83 milyar. Ini merupakan defisit perdagangan terbesar. Tentu saja akan memberikan sentimen negatif pada Dolar AS. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*