Euro Menguat Meski IFO Jerman Lebih Rendah dari Perkiraan

Dolar AS Flat Menjelang Jackson Hole

Dolar AS flat hari Rabu setelah reli dua hari minyak terhenti, sementara imbal hasil Treasury AS menguat dan investor tengah menunggu petunjuk dari The Fed mengenai tapering pada simposium Jackson Hole minggu ini. Risk-on di pasar global membaik setelah FDA AS awal pekan ini menyetujui sepenuhnya vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech. Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS, mengatakan pada hari Selasa bahwa AS dapat mengendalikan COVID-19 pada awal tahun depan. Fokus kini beralih ke Jackson Hole dan apa yang mungkin dikatakan Ketua Fed Jerome Powell tentang pengurangan program pembelian obligasi stimulatif bank sentral AS ketika dia berbicara pada hari Jumat. Pasar memperkirakan Powell akan dovish dan menggemakan kekhawatiran minggu lalu oleh Robert Kaplan, presiden Fed Dallas, yang mengatakan dia mungkin mempertimbangkan kembali untuk tapering karena varian Delta dari virus corona.

Euro Menguat Meski IFO Jerman Lebih Rendah dari Perkiraan

Euro tidak bereaksi terhadap data iklim bisnis Jerman yang dirilis lebih buruk dari perkiraan. Secara keseluruhan, para trader tetap waspada, menunggu inspirasi Ketua Fed Jerome Powell dari pidatonya di Jackson Hole. IFO Jerman turun menjadi 99,4 di Agustus dari 100,7 di Juli. Angka ini juga dibawah estimasi analis, yang memperkirakan penurunan 100,2. Pair EURÆ’USD menguat menguat 0,09% menjadi $1.1766.

Emas Menjauh dari Level $1800

Emas melemah lebih dari 1% pada hari Rabu, merosot jauh di bawah level $ 1.800 setelah dolar AS stabil dan investor berharap untuk waktu pengurangan stimulus ekonomi dari Federal Reserve AS pada simposium Jackson Hole minggu ini. Spot emas turun 0,8% menjadi $1.788,90 per ons. Emas menguat 1,4% pada hari Senin ke level tertinggi dalam hampir tiga minggu, didorong oleh penurunan dolar.

Minyak Naik Untuk Hari ke 3 Setelah Data EIA

Harga minyak naik lebih dari 1% pada hari Rabu setelah data pemerintah AS menunjukkan bahwa permintaan bahan bakar naik ke level tertinggi sejak dimulainya pandemi COVID-19. Harga minyak Brent  naik 1,7% menjadi $ 72,25 per barel, sementara WTI AS naik 1,2%, menjadi $68,36 per barel. Harga bensin berjangka AS naik 5,5% menjadi menetap di $2,3008 per galon. Rata-rata empat minggu untuk total produk AS yang dipasok, proksi untuk permintaan bahan bakar, melonjak menjadi hampir 21 juta barel per hari, tertinggi sejak Maret 2020, ketika pemerintah pertama kali mulai memberlakukan pembatasan terkait pandemi, menurut data Energy Informatiom Administration (EIA). Pekan lalu, persediaan minyak mentah turun 3 juta barel menjadi 432,6 juta barel, terendah sejak Januari 2020. EIA juga mengatakan Stok bensin  AS turun 2,2 juta barel, melebihi ekspektasi analis untuk penurunan 1,6 juta barel.

Wall Street Menguat Karena Harapan Powell Akan Dovish di Jackson Hole

Wall Street kembali menguat, dengan S&P 500 dan Nasdaq kembali cetak rekor berkat harapan bahwa Fed tidak akan mengejutkan pasar di Jackson Hole. Selain itu, berita positif mengenai persetujuan vaksinasi turut mendukung sentimen. Indeks Dow Jones naik 0,11% ke 35.405,50, S&P 500 menguat 0,22% ke 4.496,19 dan

Nasdaq Composite bertambah 0,15% menjadi 15.041,86.

Fokus Hari ini: Jackson Hole (hari-1), PDB & Jobless Claims AS

Hari ini merupakan hari pertama dari simposium Jackson Hole, yang akan dihadiri oleh para bankir dan menteri keuangan. Pernyataan para pejabat tersebut akan membuat pergerakan harga lebih fluktuatif. Sebelum itu, ada data PDB AS untuk pembacaan kedua, yang diperkirakan tumbuh 6,7% di kuartal 2-2021, setelah pada pembacaan pertama hanya tumbuh 6,5%, dan jobless claims yang diperkirakan turun 345 ribu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*