Euro Menguat Setelah ECB Meeting

Euro naik pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menambah stimulus untuk mengangkat blok mata uang keluar dari double-dip recession. ECB memperpanjang program pembelian asset-nya dan setuju untuk menyediakan bank dengan likuiditas yang lebih sangat murah selama mereka terus memberikan uang tunai kepada perusahaan. ECB juga akan memantau nilai tukar euro sehubungan dengan kemungkinan implikasinya untuk prospek inflasi jangka menengah. Para analis mengatakan langkah-langkah tersebut dapat memastikan bahwa kebijakan moneter ECB yang akomodatif akan diperpanjang hingga 2022. EURÆ’ USD naik 0,49% menjadi $1.2140. Sementara itu, Dolar juga melemah setelah data klaim tunjangan pengangguran yang yang naik di atas perkiraan karena meningkatnya infeksi COVID-19 baru menyebabkan lebih banyak pembatasan bisnis. Indeks dolar melemah 0,45% menjadi 90.68.
Loonie Menguat Berkat Lonjakan Harga Minyak
Dolar Kanada (loonie) menguat ke level tetinggi 2,5 tahun atas dolar AS pada hari Kamis berkat naiknya harga minyak, meski di sisi lain Bank of Canada (BoC) tetap membuka opsinya memperluas atau mengurangi stimulus. Loonie naik 0,6% menjadi 1,2736, setelah sempat menyentuh 1,2706, tertinggi sejak April 2018. Kanada merupakan salah satu eksporter minyak terbesar dunia.
Emas Turun Karena Faktor Teknikal, Vaksin
Harga emas turun karena faktor terknikal, setelah harga gagal bertahan di atas resistance $1850, yang memicu aksi jual. Sentimen masih optimis, didorong oleh perkembangan positif seputar vaksin, dan investor juga mengabaikan data pekerjaan AS yang lemah. Harga emas spot turun 0,4% menjadi $ 1,832.20.

Minyak Naik Hampir 3% Berkat Harapan Vaksin
Harga minyak naik hampir 3% pada hari Kamis, dengan Brent naik di atas $ 0 untuk pertama kalinya sejak awal Maret, didorong oleh harapan pemulihan permintaan yang lebih cepat karena negara-negara mulai meluncurkan vaksin COVID-19. Sentimen bullish tersebut mampu mengimbangi peningkatan besar dalam cadangan minyak mentah AS. Inggris memulai vaksinasi minggu ini dan AS dapat memulai vaksinasi secepatnya akhir pekan ini. Kanada pada Rabu menyetujui vaksin pertamanya dan mengatakan suntikan awal akan dimulai minggu depan. Kekhawatiran atas serangan di ladang minyak Irak juga memberikan dukungan. Dua sumur di sebuah lapangan kecil dibakar oleh bahan peledak pada hari Rabu, namun tidak mengganggu produksi secara keseluruhan. Harga minyak sudah naik dari posisi terendah sepanjang masa, yang dicetak di bulan April ketika pandemi menghantam permintaan, didorong oleh kesepakatan pemangkasan pasokan oleh OPEC+. Minyak Brent naik 2,8% menjadi 50,25 dan WTI naik 2,8% menjadi 46,78.

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik, Dow & S&P 500 Melemah
Tiga indeks utama Wall Street bergerak variatif setelah lonjakan klaim pengangguran mingguan. Klaim pengangguran awal mingguan melonjak 137.000 menjadi 853.000, jauh di atas ekspektasi untuk 725.000. Investor juga mencari sinyal kemajuan dalam pembicaraan stimulus fiskal untuk mendukung ekonomi. Indeks Dow Jones turun 0,23%, S&P 500 melemah 0,13%, namun Nasdaq Composite naik 0,54%.

Fokus Hari ini : BoE, Bailey, Inflasi & Sentimen Konsumen AS
Serangkaian event, serta data masih akan hadir di penghujung perdagangan minggu ini. Dari Inggris ada laporan BOE Financial Stability Report, yang disusul pidato gubernur BoE Andrew Bailey. Masih dari Eropa, ada pertemuan para pejabat Uni Eropa dalam event EU summit. Sementara data AS yang akan dirilis adalah PPI dan sentimen konsumen versi Universitas Michigan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*