Euro Naik ke Level Tertinggi

Euro naik ke level tertinggi satu minggu terhadap dolar pada hari Kamis, setelah Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bahwa meskipun ECB mengawasi nilai tukar, itu bukanlah alat kebijakan moneter. Komentar Lagarde tersebut menunjukkan ECB tidak mungkin melakukan langkah-langkah untuk melemahkan euro meskipun menguat baru-baru ini, mendorong trader melakukan aksi beli atas mata uang tunggal Eropa tersebut. ECB tetap mempertahankan kebijakan dalam rapatnya kemarin. Pair EUR/USD menguat 0,2% menjadi $1,1825. Di sisi lain, penguatan euro cenderung merugikan ekonomi yang bergantung pada ekspor seperti zona euro, meningkatkan kekhawatiran dari beberapa pejabat ECB seperti kepala ekonom Philip Lane, yang mengatakan nilai tukar penting bagi kebijakan moneter.

Dolar tergelincir setelah data yang menunjukkan klaim pengangguran awal AS mencapai 884 ribu, lebih besar dari survei ekonom Reuters yang memperkirakan penurunan 846.000 aplikasi klaim pengangguran. Data lainnya, CPI AS lebih baik dari yang diharapkan, dengan kenaikan 0,3% pada PPI dan dan 0,4% pada core PPI. Indeks dollar melemah 0,1% menjadi 93,345.

Harga emas melonjak 1% berkat pelemahan dollar setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan kebijakannya, serta data klaim pengangguran AS yang masih tinggi, meredupkan harapan pemulihan ekonomi yang cepat dari efek pandemi virus corona. Harga emas spot naik 0,% menjadi 1959,93, dan harga emas berjangka AS juga naik 0,7% menjadi 1967,80.

Harga minyak kembali anjlok kemarin menyusul kenaikan stock minyak mentah AS yang di luar prediksi. Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan, cadangan minyak AS naik 2,0 juta barel pekan lalu, melawan prediksi yang memperkirakan penurunan 1,3 juta barel. Sebelumnya, American Petroleum Institute (API) juga melaporkan kenaikan cadangan sebesar 3 juta barel. Selain itu, pasar juga kecewa karena penurunan permintaan bensin dan distilasi. Sementara itu, di China, Bank ANZ mengatakan import minyak kemungkinan akan mengalami mengalami penurunan karena kilang independen mencapai kuota maksimumnya. Melimpahnya pasokan minyak tersebut datang menjelang pertemuan pada 17 September mendatang dari panel pemantauan pasar OPEC dan produsen minyak lainnya, termasuk Rusia, atau yang lebih dikenal dengan OPEC+. Harga minyak Brent turun 0,6% menjadi $40,54 per barel, sementara harga minyak jenis WTI turun 2% menjadi $37,30.

Saham-saham di Asia-Pasifik melemah pada perdagangan hari ini (Jumat) menyusul koreksi Wall Street setelah aksi jual saham-saham teknologi kembali berlanjut. Di Jepang, indeks Nikkei turun 0,11%, dengan saham Softbank turun 1,14% dan saham Sharp anjlok 2,85%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,32%, dengan saham Samsung Electronics turun 0,17%. SK Hynix, sebaliknya, menguat 0,52%.

Fokus Hari ini: CPI AS & Eurogroup Meeting
Setelah disibukan oleh beberapa rapat bank sentral dunia, seperti BoC dan ECB meeting, di akhir minggu ini data ekonomi yang big impact terlihat minim. Investor kemungkinan akan fokus pada data inflasi AS dan beberapa data dari Inggris, seperti goods trade balance, industrial production dan manufacturing production. Selain itu, fokus lainnya adalah pertemuan Eurogroup dari Eropa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*